DAILYHITD.ID – Di Tengah Arusya Pendidikan, Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Ulum di Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, kini tak hanya khatam ilmu agama, tapi juga bisa menempuh pendidikan formal berkat kolaborasi keren dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kartika.
Kerja sama apik ini menjadi sorotan dalam acara Konsolidasi dan Silaturahmi yang digelar Ponpes Hidayatul Ulum baru-baru ini. Acara tersebut menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara pendidikan agama dan ilmu umum.
Pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum, Ustaz Syamsul Hidayat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengatakan, program PKBM Kartika telah menjadi jembatan emas bagi santri salafi di sana untuk mendapatkan bekal ilmu umum.
“Kolaborasi ini telah memperluas wawasan santri. Mereka kini tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga ilmu umum yang menjadi bekal penting di masa depan,” tegas Ustaz Syamsul kepada warttawan, Jumat, ( 28/11/2025).
Ia berharap santri-santrinya kelak menjadi pribadi yang berilmu, menjunjung tinggi pendidikan, dan tentu saja, berakhlakul karimah.
“Selama ini kami mengikuti program pendidikan PKBM Kartika. Mudah-mudahan berkah,” tambahnya.
Inisiatif cemerlang ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Serang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, memberikan pujian setinggi langit.
Ia bahkan menyebut langkah PKBM Kartika sebagai ‘gerakan terselubung untuk mencerdaskan anak bangsa’ karena berani masuk ke ponpes-ponpes salafi dan menyediakan akses pendidikan formal.
“PKBM Kartika ini kita apresiasi kerjasama dengan Ponpes-ponpes. Ini adalah satu gerakan terselubung untuk mencerdaskan anak bangsa, masuk ke ponpes-ponpes salafi mengajarkan pendidikan formal, sehingga santri-santri ini tak hanya memiliki ilmu agama, tapi ilmu pendidikan formal,” ujar Ahmad Nuri.
Lebih lanjut, Nuri juga membakar semangat para santri. Mengingatkan peran historis pejuang kemerdekaan, ia berharap lulusan Ponpes Hidayatul Ulum tak gentar bermimpi besar.
“Sebelum ada republik, yang berjuang mencerdaskan anak bangsa itu kiai, para santri. Jadi santri harus punya optimisme, siapa tahu setelah lulus di Ponpes ini, karena punya bekal pendidikan formal dapat menjadi anggota DPR,” pungkasnya optimis.
Sementara itu, Ketua Yayasan PKBM Kartika, Nani, menegaskan komitmennya. Kegiatan ini adalah upaya memperkuat kolaborasi tiga pilar: lembaga pendidikan, pemerintah, dan pesantren.
“Mudah-mudahan kami bisa terus memperkuat kolaborasi ini dan bisa maju serta berkolaborasi dengan pondok-pondok lainnya,” tutup Nani.***







