DAILYHITS.ID – Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah mengintensifkan pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serang.
Diketahui sejumlah dapur banyak ditemukan mengalami penghentian sementara (suspensi), bahkan konflik internal yang berdampak pada terhentinya layanan bagi ribuan penerima manfaat.
Ketua Satgas Makan Bergizi Geratis, Sekaligus Wakil Bupati Kabupaten Serang, Najib Hamas, menyebut, pengawasan dilakukan berdasarkan arahan pemerintah pusat agar seluruh SPPG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Bagi sasaran program ini, mulai dari siswa, guru, santri, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” ujar Najib, Selasa (14/4/2026).
Menurunya, dapur yang disuspensi harus segera beroprasi agar bisa melayani masyarakat.
“Prioritas kami saat ini adalah dapur yang disuspensi. Itu harus segera diperbaiki agar bisa kembali beroperasi dan melayani masyarakat,” ujar Najib.
Ia menjelaskan, sejumlah temuan di lapangan menunjukkan pelanggaran standar, terutama terkait penyusunan menu yang belum memenuhi ketentuan kandungan gizi.
Padahal, setiap menu wajib mengikuti standar gramasi protein yang telah ditetapkan dan tidak boleh di bawah ambang batas.
Lebih lanjut, kata Najib, kebijakan terbaru juga menghapus distribusi makanan kering. Seluruh menu kini harus disajikan dalam bentuk makanan matang atau basah dan didistribusikan pada hari sekolah, yakni Senin hingga Jumat.
“Perubahan ini dilakukan karena sebelumnya banyak keluhan saat pembagian makanan kering, terutama saat Ramadan,” kata dia.
Satgas juga menemukan persoalan serius di salah satu dapur di Desa Mandaya, Kecamatan Cerenang. Dapur tersebut diketahui telah berhenti beroperasi selama dua bulan akibat konflik antara yayasan terdaftar, pihak investor, dan pemilik bangunan yang tidak dilandasi nota kesepahaman (MoU) yang jelas.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita: Dailyhits.id
Halaman : 1 2 Selanjutnya







