Satgas MBG Temukan Dapur ‘Suspensi’ hingga Konflik Yayasan di Serang

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 11:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Serang sekaligus Ketua Satgas MBG, Najib Hamas, saat memberikan keterangan Kepada pers, (Doc).

Wakil Bupati Serang sekaligus Ketua Satgas MBG, Najib Hamas, saat memberikan keterangan Kepada pers, (Doc).

Akibatnya, sekitar 3.000 penerima manfaat tidak mendapatkan layanan MBG selama periode tersebut.

“Sekarang sedang diupayakan solusi, termasuk pengajuan penggantian yayasan ke Badan Gizi Nasional (BGN). Harapannya, dapur bisa segera aktif kembali,” ujar Najib.

Lebih jauh, Satgas menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap SOP dapur, termasuk penggunaan peralatan seperti pisau yang harus dibedakan berdasarkan fungsi dengan kode warna tertentu.

Di sisi lain, persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga menjadi perhatian. Sejumlah dapur masih menggunakan sistem manual yang tidak mampu menampung limbah, sehingga menimbulkan keluhan warga sekitar.

Baca Juga :  Dewa 19 Hingga Inara Rusli Meriahkan Konser Banten Maju Andra-Dimyati di Kota Serang

“IPAL harus menggunakan standar yang sesuai dan tersertifikasi. Tidak boleh lagi yang manual karena berpotensi mencemari lingkungan,” kata najib.

Menurut, Najib, Pemerintah menargetkan seluruh dapur MBG di Kabupaten Serang mengantongi tiga sertifikasi wajib pada 2026, yakni sertifikat laik sanitasi (SLHS), sertifikat higiene sanitasi jasa boga, dan sertifikat halal, termasuk pemenuhan standar IPAL.

“Jika tidak ada upaya serius dari pengelola, dapur terancam ditutup permanen,” ujarnya.

Saat ini, dari total SPPG yang ada, sekitar 110 dapur telah beroperasi, sementara 25 hingga 30 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga :  Nasib Afifuddin Digantung! Bipartit Kedua di PT Asietex Tak Jelas

Satgas juga mencatat sejumlah dapur yang sempat disuspensi di wilayah Cinangka, Anyer, dan Cerenang, dengan sebagian di antaranya dalam proses perbaikan dan ditargetkan kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Najib menambahkan, kebutuhan layanan MBG ke depan diperkirakan terus meningkat seiring perluasan sasaran program, yang tidak hanya mencakup siswa dan guru, tetapi juga kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), bahkan berpotensi menyasar lansia.

“Kami terus koordinasi dengan BGN dan pihak terkait agar semua dapur bisa memenuhi standar dan pelayanan tetap berjalan optimal,” tutup Najib

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita: Dailyhits.id

Berita Terkait

Muhibbin Soroti CKG, Jangan Berhenti di Angka, Warga Sakit Harus Dapat Pengobatan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, BPBD Lebak Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga
Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Banten, Warga Diminta Pakai Masker!
Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga
Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:35

Muhibbin Soroti CKG, Jangan Berhenti di Angka, Warga Sakit Harus Dapat Pengobatan

Minggu, 6 September 2026 - 17:42

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, BPBD Lebak Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 10:52

Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Banten, Warga Diminta Pakai Masker!

Kamis, 3 September 2026 - 19:01

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Rabu, 2 September 2026 - 23:00

300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang

Berita Terbaru