“Untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, kami upayakan bisa segera dibantu,” ujar Najib.
Ia menambahkan, penanganan banjir sudah dilakukan di sejumlah titik sejak dua bulan terakhir. Beberapa wilayah yang mendapat perhatian antara lain BNL Kibin, Renget, Binuang, hingga Bojonegara.
Dalam penanganannya, Pemkab Serang menyiapkan sejumlah alat berat jika dibutuhkan di lapangan.
“Kalau diperlukan pompa-pompa kita turunkan. Kalau untuk penanganan lumpur berarti menggunakan ekskavator,” jelasnya.
Najib juga menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap persoalan lingkungan dan tata ruang wilayah untuk mencegah banjir terulang.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyampaikan hal tersebut kepada Andra Soni selaku Gubernur Banten agar dilakukan evaluasi komprehensif, termasuk terkait perizinan tambang.
“Tidak hanya soal legal atau ilegalnya tambang, tapi juga tata ruang wilayah harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Ia mengakui, penanganan di lapangan masih menghadapi kendala. Salah satunya adalah banyaknya endapan lumpur yang membuat proses penanganan banjir tidak mudah.
“Sekarang ini antara lumpur dengan pompa yang ada belum seimbang. Jadi penanganannya masih terus kita upayakan,” pungkasnya.
Penulis : Dirhat
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita: Dailyhits.id
Halaman : 1 2







