Kata Diah, edukasi gizi ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal terhadap perubahan pola konsumsi dan pada akhirnya pada status gizi dan kesehatannya.
Karena, sambung Diah, dari hasil tanya jawab selama kegiatan berlangsung didapatkan bahwa sepertiga siswa yang rutin sarapan sebelum berangkat sekolah dengan alasan tidak sempat, malas, dan tidak biasa. Selain itu asupan pangan hewani tidak dikonsumsi setiap kali makan.
“Karena itu kita edukasi Prinsip Gizi Seimbang agar siswi menyadari dampak kekurangan dan pentingnya konsumsi gizi seimbang saat remaja,”ujarnya.
Sementara Camat Kalanganyar, Bayu Hadiyana mengapresiasi kegiatan FKM UI yang mau memberikan edukasi gizi sejak dini kepada masyarakat di Kecamatan Kalanganyar.
“Penanganan stunting seharusnya tidak hanya fokus pada balita saja, namun harus sejak dini khususnya pada remaja putri, karena mereka harus memahami pola makan bergizi seimbang dan cara pencegahan anemia serta Kurang Energi Kronis (KEK),”tandasnya. (Abd/Red)
Halaman : 1 2





