Tetapi keadaan tersebut belum bisa mengubah nasib warga yang saat ini masih belum bisa menyaksikan siaran tv digital.
Egi mengungkapkan bahwa saat hiburan warga di kampung nya hilang, karena siaran tv digital tidak ada.
“Nenek juga udah marah-marah mulu. Kalo mah masih ada sinyal hp kita masih bisa liat di hp. Inimah sinyal hp gak ada, ditambah tv analog diganti ke tv digital, udah gak ada aja semua,” katanya.
Sementara Muhammad Tobri warga Kaduguling juga merasakan hal yang sama, yakni tv dirumahnya tidak dapat menangkap siaran tv digital.
“Jadi tidak ada sinyal aja, jadinya bingung memang karena antena atau STB yang rusak yah,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler.
Tobro mengaku sudah mencobanya beberapa kali, namun hasilnya tetap sama.
“Jadi sudah bingung tetep masih sama aja, gak bisa liat siaran tv digital,” ucapnya.
Halaman : 1 2







