Pasalnya, meski telah menggunakan sistem E-parking masih saja ditemukan ada kendaraan – kendaraan yang diminta uang oleh oknum tidak bertanggungjawab.
“Kita ambil tiket masuk lalu parkir kan, nah kemarin saat saya bersama beberapa rekan ke pasar, itu ada loh oknum yang kembali meminta uang parkir padahal nanti saat keluar kita harus tetap bayar lagi dengan menunjukkan tiket,”katanya.
“Kita minta pemerintah untuk evaluasi, kasihan mereka seperti tukang becak, gerobak, ojek disitu. kalau bolak-balik ditarif Rp2 ribu, bisa keberatan mereka, pendapatannya saja juga belum pasti,”tambah dia.
Sementara Kepala Disperindag Lebak, Orok Sukmana mengaku saat ini pemerintah bersama pihak ketiga terus berbenah dalam penerapan E-parking ini. Pihaknya juga menyebut menyiapkan member untuk para pedagang yang berjualan di area pasar Rangkasbitung.
Termasuk lanjut Orok, ojek, gerobak dan tukang becak yang dimaksud. Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan.
“Ini kan upaya juga untuk mencegah kebocoran PAD, kita terus berupaya, masukkan – masukan yang ada pasti kita terima dan Kaji. Termasuk itu soal member juga kan sedang kita siapkan. Mohon bantuan dari semua pihak agar berjalan lancar,”kata Orok. (*/Red)
Halaman : 1 2







