Dari pemeriksaan tersebut, sejumlah penyakit tidak menular juga banyak ditemukan, terutama hipertensi dan diabetes. Pemerintah mendorong agar temuan tersebut segera ditindaklanjuti sehingga risiko berkembangnya penyakit menjadi lebih serius dapat ditekan.
“Hipertensi dan diabetes ini merupakan cikal bakal bisa menyebabkan jantung kalau tidak kita kendalikan. Bahkan menjadi penyebab gagal ginjal dan layanan cuci darah,” kata Ati.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, perluasan CKG menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan.
“Capaian kita sampai dengan hari ini sudah sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten. Sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya,” ujar Andra.
Menurut Andra, hasil pemeriksaan menunjukkan potensi diabetes dan tekanan darah tinggi masih menjadi temuan yang cukup banyak. Pemerintah telah menyiapkan tindak lanjut bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan.
Pemeriksaan dalam program CKG mencakup sejumlah indikator kesehatan, antara lain tekanan darah, kadar gula darah, keluhan kesehatan, hingga pemeriksaan paru-paru.
Selain penyakit tidak menular, pemerintah juga memperkuat pemeriksaan yang mendukung penemuan kasus TBC.
Andra mengajak masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan maupun ketika ditemukan indikasi TBC. Menurutnya, hal terpenting adalah kasus dapat ditemukan lebih awal dan mendapatkan pengobatan hingga sembuh.
“Kita harus temukan, kita harus obati sampai sembuh. Ada program TOS, Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” tegasnya.
Melalui perluasan CKG dan penguatan penemuan kasus, Pemprov Banten terus mendorong layanan kesehatan yang lebih mudah diakses masyarakat sekaligus mempercepat penanganan berbagai penyakit sejak dini. (ADV)
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






