DAILYHITS.ID – Di sebuah ruas jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, sebuah bangunan satu lantai berdiri dalam kesunyian.
Catnya memudar, bagian bawah dinding menghitam oleh lembap, dan lumut menempel di tepi atap. Halaman depannya ditumbuhi rumput liar. Pintu tertutup, jendela gelap.
Namun, satu hal masih terlihat jelas di bagian fasad, yakni Pos Pelayanan Kepolisian Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.
Nama itu menyiratkan fungsi strategis keamanan di kawasan yang diproyeksikan sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Tetapi hampir sepuluh tahun setelah diresmikan, bangunan itu lebih menyerupai monumen sunyi dari sebuah perencanaan yang tak pernah sepenuhnya berjalan.
Pos pelayanan yang berlokasi di Kampung Bunar, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang tersebut dibangun pada 2015 oleh Pemerintah Provinsi Banten dengan anggaran sekitar Rp500 juta.
Lahan seluas 1.000 meter persegi tempat bangunan berdiri merupakan hibah dari PT Banten West Java, pengelola KEK Tanjung Lesung. Setahun kemudian, pada 2016, Kapolda Banten saat itu, Brigjen Boy Rafli Amar, meresmikannya.
Peresmian itu menandai komitmen menghadirkan negara di kawasan ekonomi khusus. KEK Tanjung Lesung adalah proyek strategis nasional dirancang untuk menarik investasi, meningkatkan kunjungan wisata, dan menggerakkan ekonomi wilayah selatan Banten.
Dalam kerangka itu, keamanan menjadi prasyarat dasar. Namun, keberadaan fisik bangunan tak serta-merta diikuti dengan operasional yang berkelanjutan.
Mansur, warga Tanjung Jaya mengatakan aktivitas di pos tersebut hanya berlangsung singkat setelah peresmian.
“Dulu sempat ada yang jaga, tapi tidak lama. Setelah itu kosong terus sampai sekarang,” kata Mansur kepada Total Banten, Kamis (19/2/2026).
Bagi warga sekitar, bangunan tersebut menjadi simbol yang ambigu, negara hadir secara fisik, tetapi tidak secara fungsi.
Menurut Mansur, meski KEK Tanjung Lesung juga tak jelas sepeti apa. Namun kehadiran Polisi di sana dapat membawa aura keamanan yang dibutuhkan wisatawan.
“Jalan menuju Tanjung Lesung gelap, tidak ada petugas kemanan yang berpatroli di sini karena jauh,” ujarnya.
Mansur mengaku warga sebenarnya berharap bangunan itu bisa dimanfaatkan kembali.
“Sayang kalau dibiarkan. Bangunannya masih bagus. Kalau difungsikan lagi kan bisa membantu keamanan di sini,” katanya.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kepolisian mengenai status operasional pos tersebut maupun rencana pemanfaatannya ke depan.***
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita: Dailyhits







