Kata Arie, para pelajar sudah berlatih mengolah sampah sejak bulan Januari 2025. Disitu dalam setiap prosesnya mereka rangkum dalam sebuah buku catatan hingga akhirnya produk yang berhasil diolah bisa ditampilkan.
“Mereka berproses mengolah, membuat kemudian tahapannya dirangkum dalam sebuah buku scape book. Nah tahapan itu bisa dilihat,tapi yang dilihat itu bukan hasilnya tapi proses mereka mengolah produk yang lain jadi ada kerjasama tim, ada ide-ide ada revisi dan masukan,”katanya.
Arie berharap dengan kegiatan ini para pelajar memiliki bekal kreativitas sehingga bisa bermanfaat ketika selesai menimba ilmu di SMAN 3 Rangkasbitung.
“Sampah-sampah di sekitar sekolah mereka olah baik botol plastik sedotan, kaca ataupun lainnya mereka hias hingga bernilai jual. Sehingga harapannya ketika selesai sekolah di masyarakat atau diluar pelajar ada aware atau kepedulian lah kalau sampah itu tidak perlu dibuang jika masih bisa digunakan,”tandasnya. (Abd/Red)
Halaman : 1 2







