DAILYHITS – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak kini kosong setelah ditinggalkan oleh Budi Santoso, yang resmi dilantik menjadi Asisten Ekonomi dan Pembangunan di Pemerintah Provinsi Banten. Kekosongan jabatan strategis ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan di tengah publik: siapa sosok yang paling pantas melanjutkan estafet kepemimpinan birokrasi di Bumi Multatuli?
Sebagai jabatan tertinggi di lingkungan aparatur sipil daerah, posisi Sekda memiliki peran sentral. Ia bukan hanya motor penggerak administrasi pemerintahan, tetapi juga jembatan koordinasi antara visi kepala daerah dan pelaksana di lapangan. Karena itu, pengisian jabatan ini tidak bisa sembarangan. Diperlukan figur yang berpengalaman, berintegritas, serta memahami kultur birokrasi dan masyarakat Lebak.
Hingga kini, Bupati Lebak Moch. Hasbi Jayabaya belum secara resmi menetapkan pengganti Budi Santoso. Namun di tengah dinamika tersebut, muncul beberapa nama pejabat senior yang dinilai layak mengisi kekosongan itu. Berikut tiga figur yang kerap disebut-sebut memiliki kapasitas dan rekam jejak mumpuni.
1. Alkadri – Birokrat Senior yang Tegas dan Berpengalaman
Nama Alkadri bukan sosok baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak. Pria yang kini menjabat sebagai Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini dikenal sebagai birokrat senior yang berpengalaman di berbagai posisi strategis.
Mulai dari Camat Leuwidamar, Kepala Dinas Perhubungan, hingga Kasatpol PP, Alkadri selalu menunjukkan ketegasan dalam menjalankan tugas. Gaya kepemimpinannya yang disiplin dan fokus pada pelayanan publik membuatnya dianggap sebagai figur yang mampu menjaga stabilitas birokrasi. Dengan pengalaman panjangnya, Alkadri dinilai cukup matang untuk duduk di kursi Sekda dan menjadi penggerak utama roda pemerintahan daerah.
2. Halson Nainggolan – Pengelola Keuangan Andal dan Sosok yang Merangkul Semua Kalangan
Nama berikutnya adalah Halson Nainggolan, pejabat yang kini memimpin Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Di bawah kepemimpinannya, pengelolaan keuangan daerah Lebak menunjukkan kinerja positif, terbukti dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan secara berulang.
Sebelum menjabat di BKAD, Halson sempat memimpin Inspektorat Kabupaten Lebak, dan saat itu pengawasan terhadap ASN serta tata kelola keuangan daerah berjalan cukup baik. Halson juga dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan mampu merangkul semua kalangan, termasuk tokoh agama dan masyarakat, meskipun ia berasal dari latar belakang non-Muslim.
Senioritas dan integritasnya di lingkungan ASN membuat Halson banyak dihormati rekan sejawat. Kombinasi kemampuan teknokratis dan pendekatan humanis menjadikannya salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi Sekda.
3. Hari Setiono – Birokrat Senior yang Humble
Halaman : 1 2 Selanjutnya










