“Sementara di kita memang masih jarang kompetisi yang digelar non dinas, ke depan ini harus proporsional lah. Selain masyarakat, (kompetisi) juga dilaksanakan oleh klub dan persatuan termasuk di kami juga akan diperbanyak,” kata Asep.
Sepinya kompetisi dalam dua tahun terakhir, sambung Asep, akibat kondisi pandemi COVID-19 sehingga tidak memungkinkan digelarnya kompetisi.
“Bupati sangat support kompetisi ini agar prestasi mereka (atlet) menjadi lebih terukur. Untuk cabang olahraga, kita masih pencak silat yang kemarin juara di Popda lalu atletik dan beberapa cabang lain,” papar Asep.
Asep menyampaikan, Lebak menjadi juara umum di ajang Peparperda VII dengan meraih 12 emas, 9 perak dan 5 perunggu. Sementara di Popda X, Lebak harus puas di peringkat ke 6 dengan 16 medali emas, 19 perak dan 34 perunggu.
“Terima kasih kepada Ibu Bupati para pelatih, orangtua dan penyelenggara. Kami juga minta maaf kepada masyarakat karena belum bisa maksimal memberikan yang terbaik,” katanya.
Halaman : 1 2







