Kedati memilih jalur independen, bukan berarti dirinya anti dengan partai politik, sebab bagaimanapun juga nanti setelah dirinya jika terpilih sebagai bupati, dirinya sebagai kepala daerah tetap akan memerlukan partai politik sebagai mitra sejajar pemerintah.
“Pokoknya semua akan kita bikin romantas,” imbuhnya.
Untuk memujudkan dirinya maju sebagai calon independen dalam Pilkada Lebak, Rafik mengaku timnya kini sedang mengumpulkan ratusan ribu foto copy KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan pernyataan dukungan dari pemilik KTP di seluruh kecamatan sebagai syarat untuk bisa maju melalui jalur independen.
“Saya opimistis persayatan dukungan untuk maju melalui jalur perseorangan akan dapat terpenuhi, melihat antusiasnya masyarakat dalam memberikan dukungan kepada saya,” tegasnya.
Ketika ditanya apakah akan mengambil calon wakil dari birokrat, pengusaha, atau dari politisi ? mantan pemimpin redaksi di salah satu media lokal ini mengatakan, dirinya belum memutuskan apakah akan mengambil calon wakil dari kalangan birokrat, pengusaha atau politisi.
“Memang sudah ada komunikasi politik dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan birokrat, pengusaha, dan politisi, namun hingga saat ini saya belum memutuskan dengan siapa nanti akan berpasangan, karena kita juga melihat hasil survey dan kemaslahatan untuk masyarakat nantinya,” tandas Rafik. (Abd/Red)
Halaman : 1 2





