Keren! BBPOPT Luncurkan Aplikasi SIFORTUNA untuk Bantu Masalah Petani Indonesia

- Penulis

Sabtu, 11 November 2023 - 02:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara peluncuran Aplikasi SIFORTUNA (ist)

Acara peluncuran Aplikasi SIFORTUNA (ist)

DAILYHITS.ID – Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Forecasting Organisme Pengganggu Tumbuhan Nasional (SIFORTUNA).

Acara dihelat bersamaan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dan penganugerahan DAT Award di Hotel Harper Purwakarta, Kamis (9/11) kemarin.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Dirjen Tanaman Pangan, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Kepala BBPOPT, Kepala BPTPH dan Petugas POPT seluruh Indonesia baik yang hadir secara fisik maupun virtual.

Dalam sambutannya, Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto mengatakan, SIFORTUNA merupakan media diseminasi informasi prakiraan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada komoditas tanaman pangan yaitu padi, jagung, kedelai, serta aneka kacang dan umbi (Akabi).

Baca Juga :  Jurus Jitu Kejari dan Polres Sukses Tegakkan Hukum Bersama di Lebak

Aplikasi ini kata Yuris, merupakan wujud komitmen BBPOPT dalam meningkatkan pelayanan peramalan OPT, agar informasi prakiraan serangan OPT mudah diakses dan digunakan secara luas oleh masyarakat dan stakeholder terkait sehingga sistem peringatan dini dapat dilaksanakan dengan baik dan serangan OPT dapat diantisipasi.

“SIFORTUNA merupakan wujud komitmen BBPOPT dalam rangka peningkatan pelayanan peramalan OPT untuk para petani, petugas maupun stakeholder terkait, guna memonitor perkembangan OPT sehingga ketika OPT terkendali maka hasil panen dan produktivitas akan ikut terdongkrak”, ujar Yuris.

Lebih lanjut Yuris juga mengatakan bahwa selain SIFORTUNA, BBPOPT juga mengembangkan teknologi DAT (Disruptive Agriculture Technology) padi, jagung, dan kedelai.

Baca Juga :  Kisah Haru Juru Parkir Serang: Dua Dekade Mengabdi, Keluarga Terima Santunan Rp 42 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Teknologi ini merupakan rekayasa komponen-komponen yang menjadi input produksi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas melalui efisiensi penggunaan tenaga kerja, rasionalisasi sarana produksi, optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan sesuai dengan agroekosistem, serta dengan memperhatikan aspek pasar.

Untuk memacu semangat para petugas pada acara ini digelar juga penganugerahan DAT Award untuk para pelaku DAT yang memenuhi kriteria dengan pencapaian terbaik.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi yang hadir melalui kanal zoom turut buka suara, Ia menyambut baik upaya BBPOPT yang telah berinovasi meluncurkan aplikasi SIFORTUNA, menurutnya aplikasi ini sangat bagus karena memiliki banyak kelebihan, terutama dalam hal peramalan yang bisa diakses secara real time.

Berita Terkait

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga
Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang
Kabar baik! Masyarakat Kini Tak Mesti ke Dukcapil, Layanan Adminduk Sudah Ada di Desa
Pupuk dan Ketahanan Pangan: Mata Rantai yang Tak Boleh Terputus
Herfio Zaki Jadi Dirreskrimum Polda Banten, Jasa Raharja Muda Beri Apresiasi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:11

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga

Kamis, 3 September 2026 - 19:01

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Rabu, 2 September 2026 - 23:00

300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang

Rabu, 2 September 2026 - 20:20

Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru

Rabu, 2 September 2026 - 13:22

RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang

Berita Terbaru