DAILYHITS.ID – Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten seruan aksi demonstrasi Tolak Uang kuliah tunggal (UKT) yang memutus Rantai kulih, Aksi ini berlangsung saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Berdasarkan infotmasi yang di himpun, Aksi yang diprakarsai Forum Silaturahmi Organisasi Ekstra (FSOE) itu menuntut kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap memberatkan calon mahasiswa baru dan mahasiswa lama.
Berdasarkan data FSOE bersama Dewan Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa (Sema), terdapat sekitar 170 calon mahasiswa baru yang melaporkan ketidakadilan penetapan UKT melalui formulir pengaduan online.
Sekjen Forum Silaturahmi Organisasi Ekstra (FSOE) UIN SMH Banten, Farid, menyampaikan, Banyak di antaranya berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, tetapi ditetapkan UKT sebesar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta.
Kondisi ini membuat sekitar 300 calon mahasiswa gagal melanjutkan studi di UIN SMH Banten.
“Banyak mahasiswa lama juga mengeluhkan pembayaran UKT yang mepet. Terutama yang habis melaksanakan KKN, karena anggaran kegiatan tidak ada, mereka harus keluar biaya besar lalu langsung dihadapkan tenggat UKT,” ujar Farid kepada wartawan, kamis (28/8/2025).
Sebelum demonstrasi, FSOE, Dema, dan Sema telah menggelar audiensi dengan pihak birokrasi kampus. Namun, pertemuan itu disebut tidak menghasilkan solusi memuaskan.
Pada hari pertama PBAK, mahasiswa melakukan aksi simbolik dengan memasang tiga spanduk bertuliskan “UKT NAIK” di tribun aula.
“Pihak kampus kemudian berjanji menggelar audiensi lanjutan dengan syarat FSOE, Dema, dan Sema menghadirkan calon mahasiswa baru,” ucapnya Farid
Namun, pada hari ketiga PBAK aksi kembali digelar. Menurut Farid, semula aksi ditujukan untuk menyampaikan aspirasi secara damai.
Ironinya, kemudian muncul pihak-pihak yang memprovokasi di luar peserta konsolidasi atau aksi Demonstrasi yang tidak bertanggung jawab, sehingga memicu kegaduhan.
“Tujuan aksi ini hanya untuk membuka dialog terbuka soal UKT, bukan menciptakan keributan,” Pungkasnya.







