DAILYHITS – Kerusakan parah terjadi di sejumlah ruas jalan nasional di Kabupaten Lebak, Banten. Jalan Raya Nasional By Pass Soekarno-Hatta serta ruas Rangkasbitung–Pandeglang dilaporkan mengalami kerusakan serius berupa lubang besar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat hujan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (5/2/2026), terlihat banyak lubang menganga di sepanjang Jalan By Pass Soekarno-Hatta. Kedalaman lubang bervariasi antara 20 hingga 30 sentimeter. Kondisi serupa juga ditemukan di ruas Jalan Rangkasbitung–Pandeglang yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah.
Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut kerap tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor dan pengguna jalan yang tidak familiar dengan kondisi jalan setempat.
Salah seorang pengendara, Deni (34), warga Kabupaten Pandeglang yang bekerja di Kecamatan Citeras, mengatakan kerusakan jalan hampir merata di sepanjang jalur yang dilaluinya setiap hari.
“Kerusakan bukan hanya di satu titik. Dari Kadu Banen sampai Rangkasbitung banyak jalan berlubang. Kalau habis hujan, lubangnya tertutup air dan sangat berbahaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Deni, kondisi jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan signifikan. Minimnya penerangan jalan pada malam hari juga dinilai memperbesar potensi kecelakaan.
“Kalau malam kondisinya makin rawan karena gelap. Saya berharap segera ada perbaikan, setidaknya pengaspalan ulang,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Hendrik (47), pengguna jalan yang rutin melintas di Jalan By Pass Soekarno-Hatta. Ia menilai kerusakan jalan nasional tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat jalur ini merupakan akses utama menuju kawasan industri dan Jakarta.
“Dari Warunggunung sampai Rangkasbitung arah Cikande banyak lubang. Saat hujan tertutup air dan sering menyebabkan kecelakaan, terutama pengendara dari luar daerah,” ucap Hendrik.
Ia mengaku kerap menyaksikan kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan tersebut. Bahkan, beberapa kejadian melibatkan pengendara yang membawa anak-anak.
“Pengendara mengira jalannya aman, ternyata ada lubang besar. Saya pernah melihat langsung motor terjatuh,” tuturnya.
Hendrik menambahkan, kerusakan jalan nasional itu sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir dan kondisinya terus memburuk. Padahal, ruas tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
“Lubangnya makin besar. Ini jalur utama ke Jakarta, seharusnya segera diperbaiki sebelum menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.
Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah pusat bersama instansi terkait segera melakukan penanganan serius terhadap kerusakan jalan nasional di Kabupaten Lebak. Perbaikan dinilai mendesak guna menjamin keselamatan pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis tersebut. ***








