Menurut Adang, operasi pasar digelar bukan karena dampak tingginya harga minyak di pasaran, tetapi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga lebih murah.
“Harga di pasar sebetulnya masih stabil. Ini untuk memudahkan saja, agar masyarakat mudah mendapatkan minyak tersebut dengan harga murah. Tentu kalau di pasar harganya lebih dari Rp15 ribu, tapi itu pun sesuai dan masih dianggap wajar,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan untuk pantauan di Pasar Petir dan Pasar Baros rutin hari Rabu setiap pekannya di supali untuk minyak kita. Sehingga saat ini kondisi harga minyak kita HET sebesar Rp15.700 dapat tercapai.
”Untuk operasi pasar ini kami optimalkan seluruh kecamatan dan dilaksanakan setiap hari Kamis setiap minggunya,”ujarnya.
Halaman : 1 2







