DAILYHITS – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) memberikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas langkah penangguhan penahanan terhadap mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial SSS.
Sebelumnya, dia tersandung proses hukum terkait unggahan meme Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Joko Widodo yang berhasil mendapatkan perhatian publik.
Langkah ini dinilai sebagai cerminan kepemimpinan Presiden Prabowo yang terbuka terhadap kritik dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Ratu Nisya Yulianti, Wakil Bendahara Umum PB HMI Periode 2024–2026, menyampaikan bahwa keputusan Polri tersebut tidak hanya menunjukkan respons hukum yang proporsional, tetapi juga memperlihatkan bahwa negara hadir untuk mendidik, bukan semata-mata menghukum.
“Karena ini adalah harapan yang dinantikan oleh kami para aktivis, tentu kami menyambut baik penangguhan terhadap mahasiswa ITB, artinya hal ini menunjukkan bahwa demokrasi kita tetap hidup. Ini juga mencerminkan kepemimpinan Presiden Prabowo yang tidak antikritik dan mampu menempatkan diri sebagai negarawan dalam menyikapi ekspresi mahasiswa,” ujar Ratu Nisya dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (15/5).
Halaman : 1 2 Selanjutnya







