Pemkab Lebak Fokus Antisipasi Praktik Pungli dan Getok Harga saat Libur Nataru

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Yosep M Holis. (Istimewa)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Yosep M Holis. (Istimewa)

DAILYHITS — Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan seluruh sektor pariwisata siap menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem pada akhir Desember hingga awal Januari, Pemkab tetap mematok target kunjungan 61.473 wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Yosep M. Holis, mengatakan tren kunjungan sepanjang Januari hingga awal Desember telah mencapai 800 ribu wisatawan dari target tahunan 1,19 juta. Namun, untuk periode Nataru, potensi cuaca buruk diperkirakan menahan laju wisatawan ke destinasi alam sehingga pergeseran minat ke wisata non-alam mungkin terjadi.

Baca Juga :  Tekor Gede! Kabupaten Serang Bayar Rp 23 M Buat Buang Sampah, Padahal Pemasukan Cuma Rp 1,2 M

“Dari 10 destinasi favorit, kunjungan tertinggi masih didominasi Baduy, Sawarna, dan Eco Club Citra Maja. Tapi untuk Nataru, kita tetap realistis menyesuaikan dengan imbauan BMKG,” ujar Yosep, Kamis (11/12/2025).

Pemkab Lebak memastikan jalur menuju destinasi prioritas—terutama kawasan Baduy dan wilayah selatan yang rawan banjir serta longsor—mendapat pengawasan penuh. Dinas PUPR juga menempatkan alat berat di sejumlah titik rawan untuk mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat.

Baca Juga :  Ngamar Bareng Wanita di Kamar Hotel Cilegon, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Tanpa Busana

“Tagline Kementerian Pariwisata Pariwisata Aman, Nyaman, dan Menyenangkan harus benar-benar diterapkan. Mitigasi dini sudah kita lakukan,” tegas Yosep.

Salah satu fokus pengamanan selama Nataru adalah penertiban pungutan liar dan praktik ketok harga yang kerap mencoreng pengalaman wisatawan. Pemkab akan menggelar pertemuan dengan para pelaku wisata untuk menyepakati standar harga.

“Kita ingin wisatawan pulang dengan kesan baik. Tidak boleh ada harga yang menekuk. Bupati Lebak sudah menerbitkan surat imbauan untuk memastikan hal ini,” kata Yosep. ***

Berita Terkait

Aklarasi Transformasi Digital, Pemkab Serang Siapkan ‘Super App’ Layanan Publik Terpadu
Rumah Lansia di Lebak Ludes Diamuk Si Jago Merah
Puluhan Desa Wisata di Kabupaten Serang Mayoritas Mati Suri
Seba Baduy 2026 Digelar Meriah, Ada Apa Saja?
Pemkab Serang Genjot Digitalisasi pajak, potensi kebocoran!
Terlalu Lama Plt, DPRD Lebak Desak Bupati Segera Bertindak
2 Juta Kendaraan di Banten Menunggak Pajak, Bapenda Siapkan ‘Payment Point’
Satgas MBG Temukan Dapur ‘Suspensi’ hingga Konflik Yayasan di Serang

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:03

Aklarasi Transformasi Digital, Pemkab Serang Siapkan ‘Super App’ Layanan Publik Terpadu

Jumat, 17 April 2026 - 07:56

Rumah Lansia di Lebak Ludes Diamuk Si Jago Merah

Kamis, 16 April 2026 - 14:50

Puluhan Desa Wisata di Kabupaten Serang Mayoritas Mati Suri

Kamis, 16 April 2026 - 07:13

Seba Baduy 2026 Digelar Meriah, Ada Apa Saja?

Rabu, 15 April 2026 - 11:57

Terlalu Lama Plt, DPRD Lebak Desak Bupati Segera Bertindak

Berita Terbaru

Kondisi rumah Supriatman (82) yang ludes terbakar. (Istimewa)

Berita Terbaru

Rumah Lansia di Lebak Ludes Diamuk Si Jago Merah

Jumat, 17 Apr 2026 - 07:56

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, memrikan keterangan kepada pers, Doc (Dir/Dailyhits.id)

Berita Terbaru

Puluhan Desa Wisata di Kabupaten Serang Mayoritas Mati Suri

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:50

FOTO ILUSTRASI Seba baduy. (Instagram Info Rangkasbitung)

Berita Terbaru

Seba Baduy 2026 Digelar Meriah, Ada Apa Saja?

Kamis, 16 Apr 2026 - 07:13