DAILYHITS — Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan seluruh sektor pariwisata siap menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem pada akhir Desember hingga awal Januari, Pemkab tetap mematok target kunjungan 61.473 wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Yosep M. Holis, mengatakan tren kunjungan sepanjang Januari hingga awal Desember telah mencapai 800 ribu wisatawan dari target tahunan 1,19 juta. Namun, untuk periode Nataru, potensi cuaca buruk diperkirakan menahan laju wisatawan ke destinasi alam sehingga pergeseran minat ke wisata non-alam mungkin terjadi.
“Dari 10 destinasi favorit, kunjungan tertinggi masih didominasi Baduy, Sawarna, dan Eco Club Citra Maja. Tapi untuk Nataru, kita tetap realistis menyesuaikan dengan imbauan BMKG,” ujar Yosep, Kamis (11/12/2025).
Pemkab Lebak memastikan jalur menuju destinasi prioritas—terutama kawasan Baduy dan wilayah selatan yang rawan banjir serta longsor—mendapat pengawasan penuh. Dinas PUPR juga menempatkan alat berat di sejumlah titik rawan untuk mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat.
“Tagline Kementerian Pariwisata Pariwisata Aman, Nyaman, dan Menyenangkan harus benar-benar diterapkan. Mitigasi dini sudah kita lakukan,” tegas Yosep.
Salah satu fokus pengamanan selama Nataru adalah penertiban pungutan liar dan praktik ketok harga yang kerap mencoreng pengalaman wisatawan. Pemkab akan menggelar pertemuan dengan para pelaku wisata untuk menyepakati standar harga.
“Kita ingin wisatawan pulang dengan kesan baik. Tidak boleh ada harga yang menekuk. Bupati Lebak sudah menerbitkan surat imbauan untuk memastikan hal ini,” kata Yosep. ***







