DAILYHITS.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang memperingati hari jadinya yang ke-87 pada 20 Aggustus 2025, Terus Tingkatkan Komitmen ramah dan profesional.
Plt Direktur RSDP, dr Rachmat Setiadi, menegaskan rumah sakit akan terus hadir dengan pelayanan terbaik, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien.
“Dirgahayu RSDP! Semoga terus melaju bersama masyarakat Indonesia memberikan yang terbaik dengan mengutamakan keselamatan pasien,” Ujar Rachmat kepada wartawan usai acara hari jadi RSDP, Rabu,(20/8/2025).
RSDP berdiri sejak 20 Agustus 1938, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat ini rumah sakit tersebut berstatus tipe B pendidikan, sekaligus menjadi rumah sakit rujukan terbesar di wilayah Banten bagian barat.
Menurut Rahmat , visi RSDP adalah menjadi rumah sakit terbaik di Banten dengan pelayanan profesional dan berkualitas.
Ia juga menekankan filosofi pelayanan yang dirangkum dalam prinsip Ramah, Cepat, Tepat, dan Ikhlas (RCTI)
“Untuk melayani secara ramah, cepat, tepat, dan ikhlas itu memang tidak mudah. Ada kalanya tenaga kesehatan lelah sehingga kestabilannya menurun. Itu sebabnya kami terus melakukan pembelajaran dan evaluasi agar pelayanan RSDP semakin baik,”ujar Rachmat.
Terkait status rumah sakit, Rachmat membuka peluang peningkatan RSDP menjadi tipe A apabila ada dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Serang, khususnya Bupati.
“Kalau tipe A itu sudah rujukan nasional, butuh SDM dan sarana prasarana super canggih. Insyaallah kalau ada support dari pemerintah daerah, kami siap,” katanya.
Meski begitu, Rachmat tidak menutup adanya kendala di lapangan.
Ia mengakui masih ada keluhan masyarakat terkait keterbatasan ruang tunggu dan ruang rawat inap.
Hal itu disebabkan penerapan aturan baru dari Kementerian Kesehatan melalui Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
“Dari 420 tempat tidur turun menjadi 310, lalu dengan standar baru BPJS dan Kemenkes ditetapkan hanya 310. Artinya ada sekitar 110 tempat tidur yang dikurangi. Saat ini tingkat keterisian atau BOR kami sudah 95 persen, jadi memang sering penuh,” ungkapnya.
Ia meminta kepada masyarakat kabupaten banten memahami kondisi tersebut dan memohon maaf apabila masrakat kesuliatan dalam mendapatkan kamar.
“Mohon maaf bila masyarakat merasa lebih sulit mendapat kamar. Kami menyesuaikan standar nasional, dan tidak semua ruangan bisa dipakai, misalnya ruang isolasi tidak dapat digunakan untuk pasien umum,” Pungkasnya.







