Terakhir bantuan Hibah alat tangkap Ikan kepada Koperasi Badak Cula Satu Panimbang berupa Jaring Purse Seine dan Koperasi Borokoy Cikeusik berupa Jaring gillnet monofilament.
Al Muktabar melanjutkan, data BPS Provinsi Banten menunjukkan angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Banten terjadi penurunan mencapai 1,12 persen pada tahun 2023 ini. Atas hal itu Pemprov mendapatkan penghargaan insentif fiskal mencapai Rp6 miliar lebih yang sepenuhnya dialokasikan untuk penanganan kemiskinan ekstrem.

“Ini merupakan hasil kerja kolaborasi bersama antara Pemprov, OPD terkait, Pemda serta seluruh stakeholder terkait, dimana pemerintah itu mempunyai fungsi melayani, dan mengatur bersama DPRD, dan kita harus guyub seperti ini menjalankan pemerintahan, ” ujarnya.
Dikatakan Al Muktabar, tema besar dalam pemberian Bansos ini ada yang charity, artinya bantuan untuk makan sekarang dan besok. Lalu di level kedua lebih meningkat lagi dengan pemberian kail untuk daya dukung yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dimana jika agenda kerjanya baik bisa membantu tetangga lainnya.
“Maka tadi kita berikan secara simbolik bantuan peralatan untuk ibu-ibu rumah tangga membuat panganan, roti dan sebagainya,” ucapnya.
Kalau itu sudah berjalan, Al Muktabar mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk berperan aktif. Seperti tadi ada bantuan jaring yang tadi diberikan. “Kalau Itu sudah terkoneksi dengan Bumdes, kita bisa optimalkan lagi melalui program KUR di Bank Banten,” imbuhnya.
Pj Sekda Provinsi Banten Virgojanti menambahkan, selain bantuan di atas, di APBD Perubahan 2023 ini Pemprov juga menyalurkan anggaran sebesar Rp3 miliar melalui bantuan susu dan telur untuk penanganan stunting di Kecamatan Saketi, Carita, Cibitung, Cipeucang, Kadu Hejo, Karang Tanjung, Keroncong, Picung, Sobang dan Kecamatan Sukaresmi.
“Ada sebanyak 1188 anak stunting yang akan mendapat bantuan 90 butir telur dan susu UHT selama tiga bulan ke depan,” ujarnya. (ADV)
Halaman : 1 2







