Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Pontang, dr. Bahrum Rangkuti, membenarkan insiden itu namun memberikan klarifikasi. Menurutnya, pasien datang sekitar pukul 05.30 WIB, setelah sebelumnya sempat ke Puskesmas Tanara.
“Pasien langsung ditangani dengan pemeriksaan suhu yang menunjukkan 39 derajat Celsius, bukan 40. Bapaknya mungkin panik. Kami beri resep obat untuk dibeli di luar karena obat lewat anus tidak tersedia di FKPT 1 sesuai aturan,” jelas Bahrum.
Ia membantah tuduhan bahwa tak ada petugas yang berjaga. “Petugas ada, dan saya pastikan jaga malam selalu tiga orang. Mungkin saat itu sedang observasi pasien lain,” ujarnya.
Bahrum mengakui pelayanan di tingkat puskesmas memiliki keterbatasan, termasuk dalam penyediaan obat tertentu. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien.
“Semua pelayanan punya keterbatasan. Kami akan terus perbaiki agar kejadian serupa tak terulang. Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada miskomunikasi,” pungkasnya.
Halaman : 1 2







