DAILY HITS – Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat upaya deteksi dan penanganan tuberkulosis (TBC) melalui perluasan akses layanan kesehatan masyarakat.
Hingga awal September 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat sebanyak 33.495 kasus TBC telah ditemukan. Jumlah tersebut mencapai sekitar 66 persen dari estimasi 50.750 kasus TBC di Provinsi Banten pada tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pemerintah terus mendorong percepatan penemuan kasus agar masyarakat yang terindikasi TBC dapat segera memperoleh pengobatan.
“Kalau TBC itu ditargetkan tahun ini harus menemukan sekitar 50.750, jadi perkiraan estimasi ada segitu penderita TBC di Banten. Namun dari jumlah itu yang sudah kami temukan sampai September baru di angka 66 persen dari target itu,” kata Ati, Senin (14/9/2026).
Dinkes Banten menargetkan penemuan kasus dapat mencapai sedikitnya 90 persen dari estimasi tersebut atau sekitar 45.675 kasus.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pelacakan dan pemeriksaan di masyarakat melalui petugas kesehatan. Penemuan kasus secara lebih cepat dinilai penting agar warga yang terdiagnosis dapat segera mendapatkan penanganan dan pengobatan.
Penguatan deteksi TBC juga terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terus diperluas Pemerintah Provinsi Banten.
Hingga September 2026, sekitar 6,6 juta warga telah mendapatkan layanan CKG dari total sekitar 12,9 juta penduduk Banten. Capaian tersebut setara sekitar 51 persen dan telah melampaui target 46 persen.
Ati mengatakan, pelaksanaan CKG tidak semata-mata mengejar capaian jumlah pemeriksaan, tetapi memastikan semakin banyak masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
“Pesan arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sangat jelas, yaitu capaian CKG bukan hanya sekadar target angka, tetapi bagaimana caranya penduduk kalau bisa lebih dari separuh mendapatkan akses layanan CKG,” ujarnya.
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






