“Papan informasi tersebut dilengkapi
dengan tombol audio untuk memberikan pengetahuan praktis terkait jenis suara sirene dan langkah yang harus diambil saat peringatan berbunyi,”tuturnya.
Langkah ini, menurut Sultan, penting dilakukan
untuk meningkatkan kesiapan warga dalam
merespons potensi gempa dan tsunami. “Kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, organisasi lokal, dan pihak swasta menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat yang tangguh,”tuturnya.
Sementara Asep Mulya Hidayat, Kepala Bidang BPBD Provinsi Banten mengapresiasi kepedulian Gen Z dalam mengedukasi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami
“Saya sangat senang bisa hadir dalam kegiatan sosialisasi mandiri desa ini. Saya tidak menyangka masih ada anak muda Gen Z yang peduli terhadap lingkungan, terutama mengenai mitigasi bencana. Hal ini mengubah
persepsi saya mengenai Gen Z,”tandasnya.
Dia berharap program Sirene Mandiri Desa menjadi contoh teladan kesiapan komunitas menghadapi potensi megathrust, membangkitkan kesadaran akan peristiwa tsunami Aceh yang mengguncang Indonesia dua dekade lalu. (Abd/Red)
Halaman : 1 2







