“Kami memilih jeda sejenak untuk evaluasi. Kami ingin tahu betul apa dampak yang dirasakan masyarakat. Atas perintah Pak Wali Kota, uji coba ini kita hentikan dulu,” jelas Nanang dengan tenang.
Transparansi Tanpa Dusta
Selain isu lingkungan, Nanang juga menyentuh sisi sosial. Ia menyadari bahwa informasi yang simpang siur soal kompensasi kerap memicu gesekan antarwarga. Dengan tegas, ia menjanjikan transparansi penuh jika kerja sama ini nantinya dilanjutkan.
Evaluasi Armada: Kendaraan yang tidak layak (bocor air lindi) akan diperbaiki prosedurnya.
Kompensasi Jelas: Hak masyarakat akan disampaikan secara terbuka tanpa ada yang ditutupi.
Keputusan Akhir: Kelanjutan kerja sama tetap menunggu laporan evaluasi lapangan yang komprehensif.
“Jangan ada dusta di antara kita. Ke depan, hak-hak masyarakat harus terang benderang,” pungkas Nanang.
Untuk saat ini, truk-truk pengangkut sampah mungkin berhenti melintas, memberi ruang bagi pemerintah dan warga untuk merumuskan solusi terbaik demi kenyamanan bersama di Taktakan.***
Halaman : 1 2







