DAILYHITS.ID – Pemerintah Kabupaten Serang memperketat pengawasan di sejumlah wilayah rawan bencana menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih membayangi.
Selain menyiagakan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah juga menggandeng otoritas geologi untuk melakukan kajian teknis guna menentukan langkah mitigasi jangka panjang.
Wakil Bupati Serang Najib Hamas menegaskan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjamin keselamatan warga di tengah ancaman banjir susulan dan tanah longsor. Personel BPBD telah disebar ke berbagai titik krusial sejak Senin (12/1/2026) pagi.
“Kami menyebar personel di semua lokasi, baik di wilayah yang sudah terdampak maupun yang memiliki potensi kerawanan baru, seperti di Baros, Jawilan, hingga Cikande. Tim BPBD bersiaga penuh untuk memastikan keselamatan warga tetap terjaga,” kata Najib saat meninjau kondisi lapangan, Senin siang.
Langkah antisipasi tidak hanya dilakukan melalui penanganan darurat di lapangan.
Pemkab Serang telah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung untuk meminta kajian tematik terkait fenomena kebencanaan di Serang.
Kajian ini dinilai krusial untuk memberikan kepastian bagi warga, terutama mereka yang kini berada di pengungsian.
“Hasil kajian tersebut akan menjadi rujukan bagi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Kami ingin memastikan kapan warga bisa kembali ke rumah dengan aman dan bagaimana langkah konkret mengatasi potensi genangan serta lumpur ke depan,” ujar Najib.
Berdasarkan pantauan di lapangan, debit air menunjukkan fluktuasi.
Di wilayah Jawilan, luapan Sungai Ci Durian sempat meningkatkan muka air hingga merendam kawasan Koper.
Sementara di Citasukamaju, debit air yang naik pada malam hari dilaporkan mulai surut pada siang ini.
Halaman : 1 2 Selanjutnya








