Di Kampung Cibodas, Desa Kaduberem, situasi sempat mereda namun kembali mencekam saat hujan deras disertai suara gemuruh terjadi pada malam hari.
Kondisi ini memaksa warga yang sebelumnya sempat pulang ke rumah untuk kembali ke pengungsian di madrasah setempat.
Kejenuhan di Pengungsian
Di balik upaya teknis penyelamatan, Najib menyoroti sisi kemanusiaan para penyintas.
Masa tanggap darurat yang berkepanjangan mulai memicu kejenuhan di lokasi evakuasi. Terhentinya aktivitas ekonomi menjadi beban tambahan bagi warga terdampak.
“Warga tentu jenuh. Aktivitas harian seperti berkebun terhenti, sementara kebutuhan biaya sekolah anak-anak tetap berjalan. Ini yang menjadi perhatian kami juga,” ungkapnya.
Hingga pukul 11.12 WIB, ketinggian air yang semula mencapai 1 hingga 1,5 meter di beberapa titik dilaporkan mulai menyusut menjadi genangan.
Kendati demikian, status siaga belum dicabut mengingat prakiraan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah hujan, serta memastikan anak-anak sekolah mendapatkan pendampingan saat beraktivitas.
Najib juga mengajak warga mengedepankan semangat gotong royong dalam memantau potensi longsor di lingkungan masing-masing demi keselamatan bersama.
Halaman : 1 2





