Founder BIL Grup ini menegaskan, pihaknya murni menginginkan adanya pembangunan yang signifikan di Kabupaten Lebak. Apalagi berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
“Buah dari silaturahmi yang terus dijalin, Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu, membahas, merumuskan bagimana pemerintah daerah bisa mendapat tambahan DAK sehingga Kabupaten Lebak yang notabene memiliki penduduk 1,5 juta jiwa bisa terus bersolek, pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,”tandasnya.
Sementara Didi Untung Wijayadi dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri mengatakan Kabupaten Lebak memiliki potensi menjadi daerah yang berkembang dan maju. “Kita akan coba bagaimana DAK Kabupaten Lebak ini bertambah, selagi untuk masyarakat kita akan dorong terpenting adalah pelayanan terhadap masyarakat yang perlu semakin dioptimalkan,”katanya.
Dia juga menargetkan DAK Kabupaten Lebak pada tahun 2026 mendatang bisa mencapai minimal Rp100 miliar. “Kita dengar tadi tahun ini (2025-red) untuk fisik DAK sekitar Rp32 miliar ya dengan jumlah penduduk hampir 1,5 juta jiwa, angka yang rasional itu di Rp100 miliar sehingga pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat bisa dilakukan secara maksimal,”tandasnya.
Hadir dalam acara sederet pejabat pemerintah daerah Kabupaten Lebak, Asda II Bidang Ekonomi Pembangunan, Ajis Suhendi, Kepala DPUPR Lebak, Irvan Suyatupika, Kepala Disperindag Lebak, Orok Sukmana, Kepala KB, Abdul Rohim dan beberapa perwakilan lainnya dari Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pariwisata hingga Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
“Pada dasarnya kita pemerintah daerah mengapresiasi langkah dari Pak Nabil yang menjembatani dengan pihak Ditjen agar adanya penambahan DAK. Kita pelayan masyarakat barang tentu menginginkan adanya pelayanan yang sangat baik untuk masyarakat,”timpal Ajis Suhendi. (Abd/Red)
Halaman : 1 2










