“Korban telat menghubungi saya karena tidak terlalu paham hp. Makanya laporan baru masuk kemarin pada Minggu,” tuturnya.
Enip mengungkapkan, korban mengalami kerugian besar akibat perampokan itu, termasuk kehilangan uang tunai, madu, dan ponsel. Selain itu, korban juga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Saat ini, korban masih berada di Tanjung Duren, Jakarta, di salah satu kediaman saudaranya. Enip sengaja tidak langsung membawa korban kembali ke Baduy hingga seminggu ke depan karena khawatir adanya keperluan pemeriksaan dari pihak kepolisian.
Polsek Cempaka Putih telah menangani kasus ini dan diharapkan dapat menangkap pelaku perampokan tersebut. ***
Halaman : 1 2







