Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Lebak Tekankan Pencegahan Gratifikasi sejak Dini

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bawaslu Lebak saat menggelar Ngabuburit Pengawasan. (Istimewa)

Bawaslu Lebak saat menggelar Ngabuburit Pengawasan. (Istimewa)

DAILYHITS – Potensi praktik gratifikasi di lingkungan pengawas pemilu menjadi perhatian dalam kegiatan “Ngabuburit Pengawasan” yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lebak pada Selasa (10/3/2026). Diskusi tersebut membahas kerawanan gratifikasi yang dapat terjadi ketika pengawas menjalankan tugas mengawasi tahapan pemilu.

Dalam forum itu disampaikan bahwa potensi gratifikasi dapat ditekan melalui penguatan prinsip transparansi di setiap kebijakan lembaga serta peningkatan pengawasan kinerja internal oleh Inspektorat.

Baca Juga :  Program Baru, PKS Lebak Bawa Warga Tak Mampu Borong Baju Lebaran

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Data Informasi Bawaslu Kota Serang, Fierly Murdlyat Mabrurri, yang hadir sebagai pemantik diskusi menjelaskan, pengalaman pada tahapan Pemilu dan Pemilihan 2024 menunjukkan adanya kerawanan gratifikasi, khususnya saat Bawaslu menangani dugaan pelanggaran.

Selain itu, proses rekrutmen badan ad hoc juga dinilai memiliki potensi yang sama.

“Potensi ini dapat diminimalkan dengan memperkuat peran dan fungsi Inspektorat. Mereka perlu memberikan edukasi yang komprehensif kepada seluruh pengawas terkait apa itu gratifikasi dan bagaimana praktik tersebut bisa terjadi,” kata Fierly.

Baca Juga :  36 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Karyawan Swasta di Pantai Cinangka

Ia menilai masih ada kemungkinan perbedaan pemahaman di kalangan pengawas terkait definisi gratifikasi dan cara menghindarinya.

Menurut Fierly, upaya mencegah praktik gratifikasi juga dapat dilakukan dengan membangun budaya transparansi di lingkungan internal Bawaslu.

“Dengan transparansi yang kuat, sesama pengawas dapat saling mengingatkan apabila ada potensi gratifikasi yang muncul,” ujarnya.

Berita Terkait

Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?
Agil Zulfikar Resmi Jadi Ketua HKTI Lebak, Bawa Misi Swasembada Pangan
Kadin Banten Buka Strategi UMKM Naik Kelas
Andra Soni Serahkan SK, M Agil Zulfikar Resmi Pegang Kendali Gerindra Lebak
Dinkes Banten Perkuat Deteksi dan Penanganan TBC Lewat Cek Kesehatan Gratis
Halson Nainggolan Resmi Jadi Sekda Lebak, Bupati Hasbi Titip Pesan
Muhibbin Soroti CKG, Jangan Berhenti di Angka, Warga Sakit Harus Dapat Pengobatan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, BPBD Lebak Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:03

Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?

Sabtu, 26 September 2026 - 17:29

Agil Zulfikar Resmi Jadi Ketua HKTI Lebak, Bawa Misi Swasembada Pangan

Jumat, 25 September 2026 - 16:33

Kadin Banten Buka Strategi UMKM Naik Kelas

Jumat, 18 September 2026 - 14:42

Andra Soni Serahkan SK, M Agil Zulfikar Resmi Pegang Kendali Gerindra Lebak

Senin, 14 September 2026 - 10:43

Halson Nainggolan Resmi Jadi Sekda Lebak, Bupati Hasbi Titip Pesan

Berita Terbaru

Mastur Huda. (Dok. Pribadi)

OPINI

Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?

Senin, 28 Sep 2026 - 21:03

Advertorial

Ucapan Milad Dailyhits “Dari Kreasi Jadi Inspirasi”

Senin, 28 Sep 2026 - 06:14

Ketua Kadin Banten, Moch. Azzari Jayabaya saat foto bersama dengan pengurus usai Rapimprov di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung. (Istimewa)

Berita Terbaru

Kadin Banten Buka Strategi UMKM Naik Kelas

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:33