“Setiap tahun jumlah siswa/siswi yang mengikuti program study pertukaran pelajar tingkat SMA tidak menentu jumlahnya, selalu berkurang atau bertambah, karena bagi siswa dan siswi yang telah lulus kembali ke daerah asalnya,” kata Bambang.
Menurutnya, saat ini tinggal dua orang siswi yang ada di Rangkasbitung yang belajar di SMAN 1 Rangkasbitung, yaitu Silvia Toisuta dari Kabupaten Fakfak, dan Deritera Telenggen dari Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam rangka Pembauran, FPK Kabupaten Lebak telah melibatkan siswa/siswi asal Papua untuk berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan, seperti, Kegiatan Seba Baduy dan Kegiatan Seren Taun Cisungsang beberapa waktu lalu.
Pada kegiatan tersebut siswi asal Papua mempersembahkan dan memperkenalkan tarian asli Papua yaitu Yosim Pancar (Yospan) dan mendapatkan sambutan yang meriah dari warga Kabupaten Lebak.
“Keberadaan para siswi asal Papua dapat berbaur dan dapat berinteraksi dengan baik dengan warga sekitar Mess maupun dengan siswa/siswi dan para pendidik SMAN 1 Rangkasbitung,” ujar Bambang. (Abd/Red)
Halaman : 1 2







