“Orang rumah bilang ada ramai-ramai di luar. Setelah saya keluar, ternyata ada Pak Uun. Di situ kami berbincang, kemudian Pak Uun menyampaikan permintaan maaf dan kami membuat kesepakatan damai,” tuturnya.
Menurut Juwita, atas dasar itu dirinya bersama sang suami langsung mendatangi rumah Uun untuk memberikan penjelasan sekaligus mengklarifikasi persoalan tersebut.
Ia menegaskan, kedatangannya semata-mata untuk meluruskan informasi yang berkembang. Bahkan, apabila langkah tersebut justru membuat Uun merasa keberatan, ia menyampaikan permohonan maaf.
“Kami datang ke rumah Pak Uun untuk klarifikasi karena saat bertemu sebelumnya niatnya sudah berdamai. Kalau kemudian klarifikasi kami membuat Pak Uun merasa keberatan, kami meminta maaf,” pungkasnya.
Mengenai kasus yang saat ini sudah dilaporkan kepada pihak berwajib. Juwita mendukung penuh.
“Kami mendukung penuh, biar semua terang benderang juga karena ketua DPRD Lebak client kami tidak mengetahui dan memberikan perintah itu. Kalau ada panggilan kita akan datang,”tandas penasihat hukum Juwita, Acep Saepudin saat konferensi pers.
Sebelumnya, Uun diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan salah satu ormas di Kabupaten Lebak. Dalam video beredar, sang perekam menyebut bahwa Uun adalah sosok penghina Ketua DPRD Lebak. ***
Halaman : 1 2







