“Yang harus dilihat dari Program ini asas kebermanfaatannya terlepas itu dibangun di mana, pada proses penganggaran itu melihat kapasitas jalan itu layak atau tidak layak. Lain hal lainnya kalau program Bang Andra ini tidak memenuhi tarif partisipatif, emansipatif ataupun kualitas itu jalan sendiri itu lain ceritanya,”tuturnya.
Karena itu, Iman menilai seharusnya pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Lebak berterimakasih dengan kehadiran Program Bang Andra. Setidaknya pekerjaan rumah mereka dalam menangani kondisi jalan rusak bisa sedikit terbantu.
“Program Bang Andra ini salah satu program yang berani dari Gubernur Banten kita karena mau menyisihkan anggaran untuk pemerintah kabupaten Lebak melalui program Bang Andra nya karena multiplayer efek dari jalan itu menjadi baik akan meningkatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan aksesibilitis akses kesehatan, pendidikan tentunya di daerah – daerah yang kondisi jalannya rusak,”ujarnya.
Meski demikian, Iman juga tak mempersoalkan adanya kritik terhadap program tersebut. Namun, dia berharap kritik yang dilayangkan bisa berbobot dan berkualitas.
“Soal adanya kritik dari anggota DPRD, secara kritik sah-sah saja cuma dilihat kapasitas nya, kan ada ranah-ranahnya kalau untuk melakukan evaluasi dan pengawasan sebagai anggota DPRD pun program ini kan dari APBD Provinsi ya mungkin yang lebih layak melakukan fungsi pengawasan secara maksimal itu dari DPRD Provinsi,”tandasnya.
Halaman : 1 2







