Dalam proses perawatan, keluarga pasien kemudian menyampaikan keinginan untuk melanjutkan penanganan di rumah sakit lain. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai prosedur perpindahan fasilitas kesehatan, keluarga akhirnya memilih membawa pasien pulang melalui mekanisme pulang atas permintaan sendiri (PAPS).
Sementara itu, pada 28 Oktober 2026, seorang pasien lainnya datang ke IGD dengan saturasi oksigen 92 persen tanpa bantuan oksigen. Petugas medis melakukan pemeriksaan dan menyampaikan kondisi pasien sekaligus ketersediaan fasilitas oksigen kepada keluarga.
Saat itu, fasilitas oksigen di IGD sedang digunakan oleh pasien lain yang membutuhkan penanganan. Setelah mendapatkan informasi tersebut, keluarga memutuskan melanjutkan pelayanan kesehatan di rumah sakit lain.
Rachmat mengatakan, berbagai dinamika pelayanan tersebut menjadi bagian dari perhatian manajemen dalam meningkatkan kesiapan rumah sakit. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap ketersediaan tempat tidur, peralatan medis, dan fasilitas penunjang kegawatdaruratan.
Selain penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Menurut dia, pelayanan kesehatan yang berkualitas membutuhkan tenaga medis profesional yang didukung kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik.
“Masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi kami. Pelayanan kesehatan bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga bagaimana pasien dan keluarganya mendapatkan informasi, perhatian, serta kepastian mengenai proses pelayanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, RSDP terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan dengan menempatkan keselamatan dan kebutuhan pasien sebagai prioritas.
Rachmat juga berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Serang dalam pengembangan fasilitas kesehatan dapat memperkuat kapasitas rumah sakit. Dengan demikian, RSDP dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Kabupaten Serang.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2






