DAILYHITS.ID – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banten memberikan tali asih kepada 200 guru ngaji dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan yang dirangkai dengan istighotsah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peran guru ngaji dalam membangun pendidikan keagamaan sejak dini.
Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi mengatakan, perhatian terhadap guru ngaji di kampung-kampung perlu diberikan karena mereka menjadi bagian penting dalam proses pendidikan generasi santri.
Sebelum melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren, banyak anak terlebih dahulu belajar membaca Al-Qur’an melalui bimbingan guru ngaji di lingkungan tempat tinggalnya.
“Selama ini objek Hari Santri pasti para santri. Nah, hari ini kita sengaja mengundang para guru ngaji di kampung-kampung,” kata Ahmad Fauzi usai kegiatan di Aula Gus Dur, Kantor DPW PKB Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu (25/10/2026).
Menurut dia, PKB melibatkan pengurus dewan pimpinan cabang (DPC) di tingkat kabupaten dan kota serta anggota legislatif untuk menghadirkan guru ngaji dari berbagai wilayah di Banten.

Ia menilai, peran guru ngaji tidak sebatas mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi fondasi awal pembentukan karakter dan pengetahuan agama anak-anak.
“Beliaulah yang mengajar ngaji dari anak-anak kecil, dari belum bisa membaca sampai bisa baca Al-Qur’an. Jasanya luar biasa. Karena itu, kita hadirkan untuk diberikan sedikit tali asih,” ujarnya.
Fauzi mengatakan, perhatian terhadap santri dan pesantren perlu terus diperkuat. Menurut dia, keduanya memiliki kontribusi penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sekaligus pembangunan bangsa setelah kemerdekaan.
Saat ini, kata dia, para santri telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, politik, perdagangan hingga birokrasi.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 Selanjutnya






