Satgas MBG Temukan Dapur ‘Suspensi’ hingga Konflik Yayasan di Serang

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 11:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Serang sekaligus Ketua Satgas MBG, Najib Hamas, saat memberikan keterangan Kepada pers, (Doc).

Wakil Bupati Serang sekaligus Ketua Satgas MBG, Najib Hamas, saat memberikan keterangan Kepada pers, (Doc).

DAILYHITS.ID – Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah mengintensifkan pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serang.

Diketahui sejumlah dapur banyak ditemukan mengalami penghentian sementara (suspensi), bahkan konflik internal yang berdampak pada terhentinya layanan bagi ribuan penerima manfaat.

Ketua Satgas Makan Bergizi Geratis, Sekaligus Wakil Bupati Kabupaten Serang, Najib Hamas, menyebut, pengawasan dilakukan berdasarkan arahan pemerintah pusat agar seluruh SPPG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Bagi sasaran program ini, mulai dari siswa, guru, santri, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” ujar Najib, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga :  Ratu Zakiyah Jadi Ketua PW Muslimat NU Banten dan ini Profil Kekayaan Tembus Rp19,6 Miliar

Menurunya, dapur yang disuspensi harus segera beroprasi agar bisa melayani masyarakat.

“Prioritas kami saat ini adalah dapur yang disuspensi. Itu harus segera diperbaiki agar bisa kembali beroperasi dan melayani masyarakat,” ujar Najib.

Ia menjelaskan, sejumlah temuan di lapangan menunjukkan pelanggaran standar, terutama terkait penyusunan menu yang belum memenuhi ketentuan kandungan gizi.

Padahal, setiap menu wajib mengikuti standar gramasi protein yang telah ditetapkan dan tidak boleh di bawah ambang batas.

Lebih lanjut, kata Najib, kebijakan terbaru juga menghapus distribusi makanan kering. Seluruh menu kini harus disajikan dalam bentuk makanan matang atau basah dan didistribusikan pada hari sekolah, yakni Senin hingga Jumat.

Baca Juga :  Tak Mau Banjir Terulang, Komisi IV DPRD Serang Minta Solusi Jangka Panjang ke BBWSC3

“Perubahan ini dilakukan karena sebelumnya banyak keluhan saat pembagian makanan kering, terutama saat Ramadan,” kata dia.

Satgas juga menemukan persoalan serius di salah satu dapur di Desa Mandaya, Kecamatan Cerenang. Dapur tersebut diketahui telah berhenti beroperasi selama dua bulan akibat konflik antara yayasan terdaftar, pihak investor, dan pemilik bangunan yang tidak dilandasi nota kesepahaman (MoU) yang jelas.

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita: Dailyhits.id

Berita Terkait

Muhibbin Soroti CKG, Jangan Berhenti di Angka, Warga Sakit Harus Dapat Pengobatan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, BPBD Lebak Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga
Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Banten, Warga Diminta Pakai Masker!
Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga
Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:35

Muhibbin Soroti CKG, Jangan Berhenti di Angka, Warga Sakit Harus Dapat Pengobatan

Minggu, 6 September 2026 - 17:42

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, BPBD Lebak Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 10:52

Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Banten, Warga Diminta Pakai Masker!

Kamis, 3 September 2026 - 19:01

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Rabu, 2 September 2026 - 23:00

300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang

Berita Terbaru