“OT atau orang terlantar kami bantu sesuai SOP. Surat harus diketahui polisi dan Dinas Sosial, lalu kami keluarkan surat pemberangkatan. Itu gratis. Sudah hampir 2.000 orang kami bantu sejak 2019,” ujar Waluyo.
Dalam hal pelayanan, Terminal Pakupatan beroperasi selama 24 jam dengan sistem dua shift dan didukung petugas keamanan untuk merespon pengaduan spontan dari penumpang.
Terminal ini juga memiliki sekitar 70 hingga 80 PO dengan berbagai trayek, termasuk AKDP menuju Bandara Soekarno-Hatta, Banten Selatan, Malimping, Cibaliung, dan Tanjung Lesung.
“Pelayanan penumpang kami maksimalkan dengan operasional 24 jam dan petugas dua shift. Pengamanan kami hadirkan agar aduan bisa langsung ditangani,” tambah Waluyo.
Rata-rata penumpang harian di hari biasa mencapai 500–800 orang, sedangkan akhir pekan bisa mencapai 1.000 orang. Lonjakan signifikan terjadi saat musim mudik Lebaran, Pada angkutan Lebaran 2025, puncak keberangkatan tercatat pada H-6 dengan 1.743 penumpang dalam satu hari.
Meski mengalami kenaikan jumlah penumpang di momen tertentu, Waluyo mencatat ada penurunan angka total penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
Data menunjukkan, pada 2024 jumlah penumpang datang mencapai 142.212 orang, sementara pada 2025 turun menjadi 126.468. Penumpang berangkat pun turun dari 145.174 pada 2024 menjadi 136.613 pada 2025.
Namun, jumlah bus yang datang mengalami peningkatan dari 334 (2024) menjadi 353 (2025) pada puncak arus mudik. Total bus datang sepanjang musim mudik 2024 sebanyak 10.466, sedangkan pada 2025 tercatat 9.834 unit.
“Keluhan dalam fasilitas publik itu pasti ada. Kami respon cepat jika ada pengaduan, terutama soal pelayanan kru bus. Untuk fasilitas gedung, alhamdulillah penumpang puas, tapi kami tetap siaga dengan pengaduan digital,” pungkasnya.***
Halaman : 1 2







