Kata dia, peristiwa itu dipicu karena jembatan gantung di wilayahnya putus akibat banjir besar pada awal Oktober 2024. Hingga kini pembangunannya belum juga rampung. “Kalau tidak salah, waktu itu banjir besar sampai menghanyutkan jembatan gantung di Kampung Cegog,” kata Firdaus.
Sementara Camat Cimanggu, Encun Sunayah menerangkan Jembatan Cegog yang putus itu tengah dalam proses perbaikan. “Itu lagi proses pembangunan,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa sebelumnya juga terdapat jembatan darurat atau sementara untuk aktivitas masyarakat. Namun, lagi-lagi hanyut. “Iya, sebelumnya sudah ada jembatan lintasan, tapi hanyut terbawa sungai,” ujarnya. ***
Halaman : 1 2





