Pria yang akrab disapa Kang Jaro Yayan ini berharap agar tragedi Kanjuruhan tidak lagi terulang dalam dunia sepakbola Indonesia.
“Semoga hikmah dari tragedi ini adalah bisa memperbaiki sepak bola kita ke depannya, yang jelas tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia,”harapnya.
Sementara Ketua tim suporter Kamuning FC, Edi Nurjaman mengatakan peristiwa 1 Oktober di Kanjuruhan Malang sangat memilukan.
Sepak bola yang seharusnya menjadi hiburan, menurut Edi. justru menimbulkan korban jiwa, bahkan di antaranya perempuan dan anak-anak.
“Untuk itu, malam ini, kita berkumpul, memanjatkan doa, agar tidak ada kejadian serupa, serta memohon agar pihak berwajib mengusut tuntas persoalan ini,”kata dia.
“Kami melakukan doa dan menyalakan lilin bersama sebagai bentuk duka mendalam, serta penghormatan kami untuk seluruh korban jiwa atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang dan semoga keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan dan kekuatan,”sambungnya.
Halaman : 1 2





