Warga Sakit Terpaksa Ditandu Pakai Sarung dan Bambu Gegara Jalan Rusak Parah

- Penulis

Sabtu, 8 November 2025 - 09:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Cibaliung saat ditandu ke klinik karena kondisi jalan rusak. (FOTO Tangkap Layar video)

Warga Cibaliung saat ditandu ke klinik karena kondisi jalan rusak. (FOTO Tangkap Layar video)

DAILYHITS – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan perjuangan warga Kabupaten Pandeglang menandu seorang pasien menggunakan sarung dan bambu akibat jalan rusak dan berlumpur. Peristiwa ini terjadi di Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Video yang diunggah akun TikTok @asmar.2112 itu menampilkan sejumlah warga bahu-membahu menandu seorang pria bernama Jahim, yang harus segera dibawa ke klinik karena kondisinya semakin parah. Namun, kendaraan tak bisa melintas akibat jalan desa yang rusak parah dan berlumpur.

Baca Juga :  Heboh Air Kali di Serpong Berwarna Merah Darah

“Ditandu karena jalannya berlumpur,” kata Asma, keluarga pasien, Sabtu (7/11/2025).

Asma menjelaskan, insiden itu terjadi pada Rabu (5/11/2025). Saat bekerja di ladang, cangkul yang digunakan Jahim mengenai kakinya hingga menimbulkan luka infeksi. Karena tidak mampu berjalan dan akses menuju fasilitas kesehatan tertutup lumpur, warga akhirnya menandu Jahim sejauh dua kilometer ke klinik di Cibaliung.

Baca Juga :  Warga Cilegon Resah Ada Sampah Menumpuk Lalu Bau, Botol Miras Berserakan

“Perjalanan hampir satu jam. Kami pakai bambu dan sarung buat tandu,” ujar Asma.

Menurutnya, kondisi jalan di desanya kerap menjadi kendala utama setiap kali musim hujan tiba. Bahkan, bukan kali ini saja warga harus ditandu ke fasilitas kesehatan.

“Kalau hujan begini ya ditandu. Tahun lalu juga ada warga meninggal di jalan waktu mau dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Berita Terkait

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga
Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang
Kabar baik! Masyarakat Kini Tak Mesti ke Dukcapil, Layanan Adminduk Sudah Ada di Desa
Pupuk dan Ketahanan Pangan: Mata Rantai yang Tak Boleh Terputus
Herfio Zaki Jadi Dirreskrimum Polda Banten, Jasa Raharja Muda Beri Apresiasi