Percontohan di Tangsel, Warga Ciputat Buat Komposter atasi Masalah Sampah

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 16:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Ciputat Kota Tangsel, Selesaikan permasalahan sampah Organik, menyulap tong ari menjadi Alat pembuatan pupuk kompos. Foto: Dailyhits)

Warga Ciputat Kota Tangsel, Selesaikan permasalahan sampah Organik, menyulap tong ari menjadi Alat pembuatan pupuk kompos. Foto: Dailyhits)

Percontohan di Tangsel, Warga Ciputat Buat Komposter atasi Masalah Sampah

DAILYHITS.ID – Ditengah terjangan badai sampah di Kota Tangerang Selatan, warga di Serua, Ciputat menyulap tong penampung air jadi komposter. Komposter inu nantinya akan digunakan sebagai wadah penguraian sampah organik.

Diketahui saat ini Kota Tangerang Selatan tengah menghadapi persoalan sampah yang cukup serius. Tumpukan sampah di akses jalan utama juga banyak terlihat di beberapa titik kota ini.

Banyak warga yang mempermasalahkan ini dan mendesak Pemkot Tangsel untuk bisa menyelesaikan persoalan tumpukan sampah ini.

Baca Juga :  Festival Seni Multatuli 2022 Pertontonkan Adat Istiadat Kab. Lebak

Namun beda dengan yang dilakukan warga Serua, Ciputat. Mereka justru secara mandiri melakukan pengelolaan sampah di lingkungan mereka.

Dari mulai membuat lubang biopori, hingga membuat komposter di lingkungan ini. Harapannya tidak banyak, pengelolaan sampah secara mandiri ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah.

Apalagi, pengelolaan sampah bagi mereka merukan tanggungjawab bersama untuk menjaga lingkungan yang lebih sehat dan bersih. Pengelolaan sampah di lokasi ini difokuskan dapat menampung sampah organik di 3 RW dengan naungan 26 RT.

Bahkan pembuat wadah komposter ini juga dilakukan dengan bapak bapak dengan usia yang tidak lagi mudah. Mereka kebanyakan berusia 50 tahun keatas, namun kepiawaian tangan mereka tidak bisa diragukan.

Baca Juga :  Dinas SDABMBK Tangsel Patahkan Opini Sesat: Proyek Turap Kali Cibenda Sah Secara Hukum!

Menggunakan alat pemotong yang sudah disiapkan mereka bergotong royong menciptakan alat yang memiliki fungsi penguraian sampah organik dari sisa makanan, daun dan lainnya.

Komposter ini juga nantinya akan dapat digunakan menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman. Tentunya, selain menjadi pengurai sampah organik juga dapat membantu pemerintah dalam penanganan sampah yang masuk ke TPA Cipeucang.

Berita Terkait

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga
Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang
Kabar baik! Masyarakat Kini Tak Mesti ke Dukcapil, Layanan Adminduk Sudah Ada di Desa
Pupuk dan Ketahanan Pangan: Mata Rantai yang Tak Boleh Terputus
Herfio Zaki Jadi Dirreskrimum Polda Banten, Jasa Raharja Muda Beri Apresiasi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:11

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga

Kamis, 3 September 2026 - 19:01

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Rabu, 2 September 2026 - 23:00

300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang

Rabu, 2 September 2026 - 20:20

Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru

Rabu, 2 September 2026 - 13:22

RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang

Berita Terbaru