DAILYHITS.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 202 hektare lahan pertanian mengalami puso akibat banjir yang terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. DKPP pun telah mengajukan bantuan benih ke Dinas Pertanian Provinsi Banten.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan bahwa tanaman padi yang terendam banjir masih berpeluang pulih apabila genangan air hanya berlangsung singkat.
Namun, jika banjir bertahan hingga tiga hari, hampir dipastikan tanaman gagal panen.
” Kalau cuma sehari dan langsung surut, masih bisa tumbuh lagi. Tapi kalau sudah tiga hari, rata-rata gagal, baik yang baru tanam maupun yang sudah siap,” kata Suhardjo, Selasa, (13/1/2026).
Menurut Suhardjo, wilayah yang paling banyak terdampak banjir dan puso berada di Kecamatan Padarincang, disusul Pamarayan, Tunjung Teja, serta sejumlah wilayah di Ciruas yang baru-baru ini juga terendam banjir.
Ia menyebutkan, data lahan terdampak banjir terbaru masih dalam proses pendataan di lapangan. Tim DKPP masih menunggu kondisi air surut sebelum memastikan status tanaman.
“Yang banjir hari ini belum terdata. Kita tunggu satu sampai dua hari, teman-teman masih di lapangan untuk pendataan,” ujarnya.
Suhardjo menegaskan, pengajuan bantuan hanya dilakukan untuk lahan yang dinyatakan puso. Hingga saat ini, DKPP Kabupaten Serang telah mengajukan bantuan benih untuk 202 hektare lahan puso ke Dinas Pertanian Provinsi Banten.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







