Tahun 2025, Ekonomi Banten Bergerak Rp74 Triliun dari Sektor Pertanahan

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanwil BPN Banten, Harison saat memberikan pemaparan dalam acara media gathering di Graha Pena Radar Banten, Selasa (13/1/2026).

Kanwil BPN Banten, Harison saat memberikan pemaparan dalam acara media gathering di Graha Pena Radar Banten, Selasa (13/1/2026).

DAILYHITS — Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten mencatat nilai tambah ekonomi (Economic Value Added/EVA) dari layanan pertanahan sepanjang 2025 mencapai lebih dari Rp74 triliun. Capaian tersebut dinilai memberi dampak signifikan terhadap perekonomian daerah.

Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, mengatakan nilai ekonomi tersebut merupakan kontribusi langsung dari kinerja layanan pertanahan yang dijalankan bersama para mitra strategis.

“Economic Value Added yang bergerak di Provinsi Banten sebagai dampak kinerja BPN mencapai sekitar Rp74 triliun,” kata Harison dalam acara media gathering di Gedung Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Selasa (13/1/2026).

Harison menjelaskan, nilai tersebut berasal dari sejumlah komponen penerimaan dan aktivitas ekonomi. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tercatat sekitar Rp2 triliun, Pajak Penghasilan (PPh) sekitar Rp1 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp225 miliar, serta kontribusi terbesar dari hak tanggungan yang mencapai sekitar Rp71 triliun.

Baca Juga :  Dua Bocah Hilang di Sungai Ciliman Ditemukan Meninggal

Menurutnya, sertifikat tanah yang diagunkan ke lembaga keuangan menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi, baik bagi pelaku usaha skala besar, menengah, maupun kecil.

“Tanah yang telah bersertifikat memberikan akses permodalan dan mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor,” ujarnya.

Untuk sektor BPHTB, penerimaan di Provinsi Banten sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp2 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari Kota Tangerang Selatan, disusul Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut, Harison juga mengungkapkan masih terdapat sekitar 456 ribu bidang tanah yang memerlukan penangkapan ulang data dan verifikasi.

“Bidang tanah ini sebenarnya sudah terdaftar, namun perlu dipastikan kembali posisi dan keberadaan fisiknya agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” katanya.

Baca Juga :  Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal Lebak Lewat 12 Motif Batik

Saat ini, jumlah bidang tanah yang terdaftar di Provinsi Banten mencapai sekitar 4,6 juta bidang. Namun, tidak seluruh tanah terdaftar telah bersertifikat. Selisih antara tanah terdaftar dan tanah bersertifikat menjadi fokus utama program pencertifikatan ke depan, baik melalui layanan mandiri, layanan rutin, maupun program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Harison juga menyoroti pentingnya penataan penguasaan tanah yang lebih berkeadilan. Ia menyebut masih ditemukan kasus tanah yang awalnya dibangun oleh masyarakat, namun kemudian dikuasai oleh pemodal besar.

Untuk mencegah hal tersebut, keberadaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dinilai penting sebagai instrumen pengendali pemanfaatan ruang sekaligus pemberi kepastian bagi investasi.

Selain itu, BPN Provinsi Banten terus mendorong keterbukaan informasi publik dan memperkuat komunikasi dengan media. ***

Berita Terkait

GPPMI Pasang Badan Kawal Kapolri-Wakapolri Jalankan Asta Cita Prabowo-Gibran
26 Tahun Banten, DPRD Dorong Pembangunan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Berdampak
Keren! Sekretariat DPRD Banten Kini Punya E-Setwan untuk Pelayanan Digital
Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?
Agil Zulfikar Resmi Jadi Ketua HKTI Lebak, Bawa Misi Swasembada Pangan
Kadin Banten Buka Strategi UMKM Naik Kelas
Andra Soni Serahkan SK, M Agil Zulfikar Resmi Pegang Kendali Gerindra Lebak
Dinkes Banten Perkuat Deteksi dan Penanganan TBC Lewat Cek Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:32

GPPMI Pasang Badan Kawal Kapolri-Wakapolri Jalankan Asta Cita Prabowo-Gibran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:39

26 Tahun Banten, DPRD Dorong Pembangunan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Berdampak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:31

Keren! Sekretariat DPRD Banten Kini Punya E-Setwan untuk Pelayanan Digital

Senin, 28 September 2026 - 21:03

Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?

Sabtu, 26 September 2026 - 17:29

Agil Zulfikar Resmi Jadi Ketua HKTI Lebak, Bawa Misi Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Mastur Huda. (Dok. Pribadi)

OPINI

Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?

Senin, 28 Sep 2026 - 21:03