“Gubernur Banten dan wakilnya saat ini selalu membangun komunikasi yang komunikatif dengan DPRD. Bahkan, setiap meninjau lokasi, mereka selalu melibatkan anggota DPRD di masing-masing dapil atau yang membidangi komisi terkait. Ini perilaku yang sangat luar biasa dan jarang dilakukan oleh Gubernur lainnya. Ini bukti bahwa Pak Gubernur ingin membangun Banten secara bersama-sama, kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Pendekatan ini dinilai berbeda dari praktik kepemimpinan sebelumnya. Musa membandingkan pengalamannya saat menjabat anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2019-2024.
“Jujur saya juga 2019-2024 menjadi anggota DPRD di Kabupaten Lebak tidak pernah diajak terjun langsung ke masyarakat oleh Bupati, bukan membandingkan tapi memang ini fakta yang harus saya sampaikan biar menjadi contoh bagi kepala daerah yang lain agar selalu menjadikan DPRD itu mitra kerja untuk bersama-sama membangun daerah ke arah yang lebih baik,” ungkap Musa.
Latar belakang Andra Soni yang lama berkecimpung di DPRD, bahkan pernah menjabat Ketua DPRD Banten periode 2019-2024, disebut Musa membentuk karakter kepemimpinan yang cermat dan objektif.
“Pak Gubernur ini karena lama di DPRD bahkan pernah menjadi Ketua DPRD Banten 2019-2024, beliau sangat piawai dan cermat, tidak latah tapi lebih kepada objektivitas dengan terjun langsung ke bawah untuk memastikan. Jadi, bukan bekerja di atas meja. Sosok seperti inilah yang dibutuhkan oleh rakyat Banten,” pungkas Musa.
Halaman : 1 2







