Reses DPRD Banten, Umar Barmawi Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Sukamaju  

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Banten Fraksi PKB, H.Umar Bim Barmawi, Serap aspirasi masyarakat Desa Sukamaju kecamatan kibin, Jumat (24/10) Foto : (Dir/Dailyhits)

Anggota DPRD Banten Fraksi PKB, H.Umar Bim Barmawi, Serap aspirasi masyarakat Desa Sukamaju kecamatan kibin, Jumat (24/10) Foto : (Dir/Dailyhits)

DAILIHITS.ID, –  Kondisi rumah warga yang tak layak huni di Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, menjadi sorotan utama dalam kegiatan Reses Masa Persidangan Ke-1  Anggota DPRD Provinsi Banten, Jumat, 24 Oktober 2025.

Dalam agenda serap aspirasi itu, Umar turun langsung meninjau sejumlah rumah warga yang memprihatinkan sekaligus mendengarkan berbagai keluhan masyarakat.

“Banyak masukan yang kami terima, terutama terkait BPJS Kesehatan, fasilitas ibadah, dan kondisi rumah warga yang tidak layak huni,” ujar Umar kepada wartawan usai kegiatan reses di Kampung Salikur, Desa Sukamaju, Jumat, (24/10/2025).

Dalam dialog  Dengan Warga, muncul keluhan  mendesak ialah banyaknya rumah warga yang belum tersentuh bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH).

Umar memastikan akan mendorong data warga ke dalam program perbaikan rumah di anggaran perubahan 2026.

“Kami minta warga mengirimkan foto rumah, KTP, dan KK. Data itu akan kami dorong agar masuk dalam usulan program bantuan rumah tidak layak huni,” katanya.

Selain soaln ruamha tak layak huni, muncul jiga keluhan soal kesulitan peralihan status BPJS Kesehatan dari peserta mandiri ke Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Baca Juga :  DPRD Banten Perketat Pengawasan SPMB 2025: Ancaman Pemecatan bagi Pelaku Pungli dan Titip Siswa

Menurut Umar, persoalan ini sering muncul karena banyak warga kehilangan pekerjaan dan otomatis tidak lagi terdaftar sebagai peserta BPJS dari perusahaan.

“Peralihan BPJS mandiri ke PBI memang tidak mudah. Banyak masyarakat yang dianggap sudah mandiri, padahal mereka sudah tidak lagi bekerja. Ini menjadi beban tersendiri bagi warga,” ujarnya.

Umar berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat mengeluarkan kebijakan baru agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa kembali masuk dalam program PBI.

Selain persoalan BPJS, warga juga mengeluhkan kondisi beberapa masjid yang belum pernah mendapat bantuan pembangunan dari pemerintah.

Umar menegaskan pentingnya legalitas pengelolaan masjid agar dapat menerima hibah daerah.

“Bantuan hanya bisa disalurkan jika masjid berada di bawah naungan yayasan. Ini syarat administratif agar hibah bisa disalurkan secara resmi,” terang politisi Fraksi PKB itu.

Dalam kesempatan yang sama, warga turut menyampaikan keluhan soal banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik desa. Umar berjanji akan meninjau langsung lokasi terdampak sebelum mengusulkannya kepada dinas terkait.

Baca Juga :  Komisi V DPRD Banten Soroti Lambannya Sosialisasi Dindikbud Terkait Kepgub Juknis SPMB SMA/SMK

“Kami akan verifikasi dulu di lapangan, apakah masalahnya karena tidak ada gorong-gorong, saluran tersumbat, atau faktor lain. Setelah itu baru bisa diusulkan melalui pokok pikiran dewan,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Umar menyoroti rendahnya pemahaman masyarakat terhadap makna kegiatan reses.

Ia menilai reses semestinya menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat.

“Respon masyarakat luar biasa, tapi masih banyak yang belum memahami makna reses. Pemerintah daerah dan Kesbangpol perlu lebih aktif memberikan pendidikan politik agar partisipasi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Umar berharap seluruh aspirasi yang dihimpun dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Semua usulan masyarakat akan kami masukkan dalam pokok-pokok pikiran dewan dan diteruskan ke dinas terkait. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” pungkasnya.***

Berita Terkait

HGN 2025: Imron Rosadi Tegaskan Peran Guru Madrasah dalam Bangun Karakter Generasi Banten
Pimpin Rapat Paripurna Raperda APBD 2026, Wakil Ketua DPRD Yudi; Semoga Positif untuk Banten
DPRD Banten Setujui KUA-PPAS 2026, Program Unggulan Andra–Dimyati Dapat Lampu Hijau  
Ketua DPRD Banten Raih Penghargaan Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Publik
Warga Carenang Curhat Soal Sampah dan Sawah Tercemar di Reses DPRD Banten  
Reses Perdana, Umar Barmawi Menyerap Keluhan Warga Sukamanah Soal Jalan, Pertanian, dan UMKM
DPRD Banten Umar Barmawi Janji Tindak Cepat Keluhan Irigasi dan BPJS Warga Baros
Hari Santri Nasional 2025: Umar Barmawi PKB Banten Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Resolusi Jihad

Berita Terkait

Senin, 1 Desember 2025 - 12:42

HGN 2025: Imron Rosadi Tegaskan Peran Guru Madrasah dalam Bangun Karakter Generasi Banten

Jumat, 21 November 2025 - 15:10

Pimpin Rapat Paripurna Raperda APBD 2026, Wakil Ketua DPRD Yudi; Semoga Positif untuk Banten

Selasa, 18 November 2025 - 19:49

DPRD Banten Setujui KUA-PPAS 2026, Program Unggulan Andra–Dimyati Dapat Lampu Hijau  

Kamis, 13 November 2025 - 23:43

Ketua DPRD Banten Raih Penghargaan Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Publik

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 14:09

Warga Carenang Curhat Soal Sampah dan Sawah Tercemar di Reses DPRD Banten  

Berita Terbaru

Mahasiswa UNPAM Serang, Frodi Ilmu Hukum, Andri Apriadi Setia Putra, Foto: (Ist/Dailyhits).

OPINI

Ketika Perang Komentar Berubah Menjadi Delik

Rabu, 10 Des 2025 - 15:12

Petugas Bapenda Lebak saat mendatangi salah satu rumah warga. (Istimewa)

Berita Terbaru

Pemkab Lebak Tagih Pajak sampai Ke Rumah

Rabu, 10 Des 2025 - 09:24