Ramainya video aksi remaja membawa senjata tajam membuat para orang tua resah. Pihak sekolah SMPN 1 Cibadak pun angkat bicara.
Dalam surat terbuka yang beredar di WhatsApp grup, Kepala Sekolah SMPN 1 Cibadak, Asep Zaenal Aripin mengatakan bahwa para remaja yang diduga pelajar itu tidak diketahui identitasnya.
Namun, lanjut Asep, orang yang menjadi target penyerangan mereka adalah para pelajar SMPN 1 Cibadak.
Kala itu sekitar 4 pelajar SMPN 1 Cibadak tengah duduk di warung seberang sekolah untuk menunggu jadwal ekstrakulikuler voli.
“Siapa yang nyerang mereka enggak tahu, ini lagi diselidiki polisi. Mereka (pelaku) memakai semacam jaket atau sweater ya jadi enggak kelihatan, dan anak-anak ketika melihat parang panjang ketakutan terus berusaha menyelamatkan diri,”kata Asep.
Dari hasil penyelidikan pihak sekolah, lanjut Asep, para siswa yang menjadi korban penyerangan mengaku tidak mempunyai masalah apapun dengan sekelompok remaja tersebut.
“Ini juga masih diselidiki, tapi mereka bilang enggak ada masalah dengan siapapun dan enggak kenal dengan orang yang menyerang. Enggak ada yang kena dan luka, cuma tas aja,” ungkap Asep.
Halaman : 1 2







