Iti juga mengapresiasi seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam pembangunan daerah, sehingga rata-rata capaian kinerja pemerintah daerah sampai dengan 2022 telah mencapai 96,71 persen.
Selain itu, lanjut Iti, secara bertahap Pendapatan Asli Daerah pun selalu meningkat meskipun rasio kemandirian Kabupaten Lebak masih rendah.
“Semoga Musrenbang Non APBD ini dapat menyelaraskan gerak langkah kita bersama dalam menangani beragam persoalan saat ini,”katanya.
Sementara Kepala Bapelitbangda Lebak, Yosep Mohammad Holis berharap Musrenbang Non APBD 2024 ini menghasilkan keselarahan program pembangunan dan komitmen bersama pemerintah daerah dengan dunia usaha maupun lembaga masyarakat lainnya dalam upaya mewujudkan Kabupaten Lebak yang semakin berkembang.
“Musrenbang Non APBD ini sebagai forum musyawarah perencanaan pembangunan daerah yang diharapkan memperoleh kesepakatan dan komitmen dari dunia usaha dan lembaga masyarakat lainnya sebagai upaya bersama pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan ekstrim, penurunan prevalansi stunting, serta pengembangan pariwisata daerah,”kata Ketua Penyelenggara Musrenbang Non APBD 2024.
Diketahui, Musrenbang non-APBD ini merupakan forum yang penting untuk menampung aspirasi masyarakat yang bersifat startegis dan memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan daerah yang tidak terbiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belenja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak tahun 2024.
Dengan mengoptimalkan peran Perusahaan dan Lembaga zakat yang selama ini masih dilaksanakan secara parsial sehingga mampu menyelaraskan gerak langkah bersama guna menangani beragam persoalan yang hadir saat ini. dengan memperhatikan permasalahan, potensi serta visi pembangunan daerah. (*/Red)
Halaman : 1 2





