DAILYHITS- Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak mogok sekolah usai adanya peristiwa penamparan kepada salah satu siswa Senin (13/10/2025). Suasana sekolah juga nampak sepi dan tak ada aktivitas belajar mengajar.
Pantauan di lapangan hingga pukul 07.52 WIB, tak ada satu pun pelajar yang datang ke sekolah untuk mengikuti upacara maupun kegiatan belajar mengajar. Setiap kelas yang berada di lingkungan sekolah pun nampak kosong dengan kursi-kursi masih tersusun rapih.
Sejumlah guru-guru pun hanya beraktifitas di ruang kantor. Mereka juga kebingungan mengenai nasib Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada hari ini.
Bahkan, di gerbang masuk sekolah juga terbentang sebuah spanduk dengan tulisan “Kami Tidak Akan Sekolah Sebelum Kepsek Dilengserkan.”Tidak diketahui secara pasti siapa yang memasang spanduk tersebut namun keberadaannya langsung menarik perhatian publik.
Salah satu guru SMAN 1 Cimarga mengaku kebingungan seluruh pelajar kompak tidak masuk sekolah. Padahal, sebelumnya para wali kelas telah mencoba melakukan pendekatan agar mereka tetap datang dan belajar di sekolah.
“Padahal udah dikasih tau sama guru-guru nih, wali kelas nih nyuruh untuk masuk. (Alasannya -red) Tidak tahu, sepertinya ya (gara-gara peristiwa kemarin-red) karena terakhir ketemu itu hari Jumat dan kita juga ngga tau hari Senin ini pada ngga masuk semua,”kata Dhea yang juga menjabat sebagai humas, Senin (13/10/2025).
Kata Lia, jumlah peserta didik yang berada di SMAN 1 Cimarga mencapai 640 siswa yang terbagi ke dalam 19 ruang kelas.

Kronologi Kejadian
Diketahui, peristiwa ini terjadi setelah salah satu siswa yakni Indra Lutfiana Putra mengaku menjadi korban kekerasan oleh pihak sekolah, Jumat (10/10/2025). Dia ditampar hingga ditendang.
Aksi itu dilaporkan dilakukan oleh Kepala Sekolah berinisial DF. Ketika itu dia membeli gorengan bersama teman-temannya di sekitar sekolah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya








