Rembuk Pemuda Banten Jangan Cuma Jadi Panggung Debat, Harus Berani Lahirkan Aksi Nyata

- Penulis

Minggu, 1 November 2026 - 20:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rembuk Pemuda Provinsi Banten berfoto bersama pada Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III. (Dok/Dailyhits.id)

Rembuk Pemuda Provinsi Banten berfoto bersama pada Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III. (Dok/Dailyhits.id)

Dorongan agar forum pemuda tidak berhenti pada perdebatan juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda, Rahayu Saraswati.

Ia menyoroti kecenderungan perdebatan di media sosial maupun ruang publik yang kerap tidak menghasilkan komunikasi produktif. Padahal, perbedaan pendapat semestinya dapat menjadi pintu masuk untuk membangun dialog dan kerja sama.

“Satu hal yang saya sangat apresiasi kepada teman-teman Rembuk Pemuda, semangat untuk bisa membuka ruang berdiskusi, ruang untuk berkomunikasi di saat di mana di media sosial dan juga ruang umum banyak terjadi perdebatan,” kata Saraswati dalam forum Rembuk Pemuda di Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga :  2 Juta Kendaraan di Banten Menunggak Pajak, Bapenda Siapkan 'Payment Point'

Menurut Saraswati, ruang dialog harus mampu mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan pandangan. Keberagaman tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling berhadapan, melainkan kekuatan untuk merumuskan gagasan bersama.

“Jadi ini ajang untuk pemuda-pemudi Indonesia dari segala latar belakang maupun warna dan segala ras, agama, suku itu bisa betul-betul dengan kebinekaannya, dengan pendapat mereka masing-masing itu bisa berembuk, bisa berdiskusi, tentunya dengan harapan bergerak dan berdampak,” ujarnya.

Saraswati juga mendorong ruang komunikasi antarpemuda diperluas hingga ke daerah. Dialog, menurutnya, tidak harus selalu berlangsung dalam forum formal. Kampus, kafe, dan ruang publik lainnya dapat menjadi tempat bertemunya generasi muda untuk membicarakan berbagai persoalan.

Baca Juga :  Kartini Bukan Seremoni! DWP Dorong Perempuan Lebak Lebih Berdaya dan Sehat

Namun, tantangan sesungguhnya bukan sekadar memperbanyak forum diskusi. Lebih dari itu, diperlukan tindak lanjut yang terukur agar gagasan tidak berhenti sebagai wacana.

Bagi Rembuk Pemuda Provinsi Banten, ukuran keberhasilan ruang dialog pada akhirnya bukan seberapa ramai perdebatan yang berlangsung, melainkan seberapa jauh gagasan yang dihasilkan mampu diterjemahkan menjadi rekomendasi, gerakan, dan perubahan nyata di tengah masyarakat.

Editor : Engkos Kosasih

Berita Terkait

Rachmat Setiadi: RSDP Terus Berbenah untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Dapat Dukungan Kuat, Yasril Chaniago Didorong Maju di Konferkab PWI Lebak
PKB Banten Beri Tali Asih kepada 200 Guru Ngaji pada Peringatan Hari Santri 2026
Dosen dan Mahasiswa Unpam Kampus Serang Gelar Pengabdian di Desa Kertasana, Angkat Literasi Hukum dan Perlindungan Sosial
Hukum Masyarakat, Unpam Serang Gelar Pengabdian di Desa Kertasana Pandeglang
DPRD Banten Tekankan Penyertaan Modal Rp163,5 Miliar ke PT Jamkrida Harus Berdampak ke UMKM
Pemkab Serang Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan Stunting dan Masalah Gizi Anak
KH Saifun Nawasi Sebut Piagam Al-Fathaniyah sebagai Embrio Hari Santri Nasional

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:15

Rembuk Pemuda Banten Jangan Cuma Jadi Panggung Debat, Harus Berani Lahirkan Aksi Nyata

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:11

Rachmat Setiadi: RSDP Terus Berbenah untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:53

PKB Banten Beri Tali Asih kepada 200 Guru Ngaji pada Peringatan Hari Santri 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:01

Dosen dan Mahasiswa Unpam Kampus Serang Gelar Pengabdian di Desa Kertasana, Angkat Literasi Hukum dan Perlindungan Sosial

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:27

Hukum Masyarakat, Unpam Serang Gelar Pengabdian di Desa Kertasana Pandeglang

Berita Terbaru

Advertorial

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:56