DAILYHITS.ID – Forum diskusi pemuda berisiko kehilangan makna jika hanya menjadi panggung adu argumentasi tanpa menghasilkan perubahan.
Gagasan, kritik, dan perbedaan pendapat harus berujung pada rekomendasi serta aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Persoalan itulah yang menjadi tantangan Rembuk Pemuda Provinsi Banten. Organisasi yang dipimpin Salmah Hidayani tersebut didorong tidak sekadar menjadi ruang berkumpul dan bertukar pikiran, tetapi mampu melahirkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi gerakan konkret.
Ketua Rembuk Pemuda Provinsi Banten, Salmah Hidayani, mengatakan perbedaan pandangan seharusnya tidak membuat generasi muda terjebak dalam perdebatan berkepanjangan.
Sebaliknya, keberagaman pemikiran harus menjadi modal untuk membangun kolaborasi dan mencari solusi atas persoalan masyarakat.
“Melalui Rembuk Pemuda, kami ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak muda untuk saling bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, dan membangun kolaborasi tanpa melihat perbedaan latar belakang. Bagi kami, perbedaan bukan penghalang untuk bergerak bersama, justru menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi,” ujar Salmah, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, kontribusi pemuda tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kritik terhadap berbagai persoalan publik. Generasi muda juga harus memiliki keberanian menawarkan solusi dan terlibat langsung dalam mendorong perubahan.
“Kami berharap Rembuk Pemuda di Provinsi Banten bisa menjadi ruang yang produktif. Bukan hanya tempat berkumpul dan berdiskusi, tetapi juga melahirkan rekomendasi, gerakan, dan aksi nyata yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 Selanjutnya






